ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Sejak kemarin hingga Kamis pagi ini dolar Selandia Baru masih bergerak naik karena para pelaku pasar mencerna data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan namun dibarengi dengan penjualan ritel yang lebih lemah, menimbulkan prospek stagflasi di AS.

Data-data tersebut muncul setelah data pada Rabu pagi menunjukkan kenaikan harga pangan di Selandia Baru yang moderat sementara survei dari bank sentral Selandia Baru menunjukkan adanya kenaikan dalam ekspektasi inflasi.

Pagi ini kiwi naik menjadi 73,95 sen AS, setelah kemarin ditutup positif 1,26% di 73,66 sen AS kemarin. Indeks trade-weighted mata uang tersebut meningkat menjadi 75,37 dari 75,10.

Dolar Selandia Baru pada awalnya jatuh ke level 72,40 sen AS setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Consumer Price Index (CPI) naik 0,5% pada bulan lalu setelah naik 0,2% pada Desember, sementara pertumbuhan CPI pada basis tahunan tetap di 1,8% dari 1,8% di bulan Desember.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS juga pada hari Rabu memaparkan bahwa penjualan ritel turun 0,3% pada bulan lalu, mengecewakan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,2%.

"Data CPI AS lebih kuat dari perkiraan, namun dampak positif pada USD cepat pudar," kata Jason Wong, ahli strategi mata uang di Bank of New Zealand, dalam sebuah catatan.

Menurut Wong, perhitungan lebih lanjut mengenai dampak data inflasi AS tersebut kemungkinan akan terus menjadi pendorong utama pasar.

Kiwi stabil di jalur naik sejak rebound menjelang akhir sesi Kamis pekan lalu dan kemarin naik kemarin setelah survei bulan Maret Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menunjukkan perusahaan-perusahaan di negara itu meningkatkan ekspektasi inflasi dua tahun mereka menjadi 2,11 persen dari 2,02 persen pada periode sebelumnya, sementara ekspektasi inflasi satu tahun tetap stabil di 1,86 persen.

RBNZ telah mengisyaratkan akan mempertahankan tingkat suku bunga tunai resmi pada rekor rendah 1,75 persen sampai setidaknya paruh kedua tahun depan namun tetap memperhatikan ekspektasi inflasi karena berdampak pada penetapan harga dan penetapan harga.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Desk

Sumber gambar: Reseller News

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…