ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Chief Executive Officer (CEO) perusahaan pelayaran terbesar di dunia mengatakan bahwa pembatasan imigrasi yang didukung oleh pemerintahan Presiden Donald Trump berisiko melukai ekonomi AS.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Soren Skou, CEO A. P. Moller-Maersk A/S, mengatakan bahwa perekonomian AS berjalan dengan kecepatan penuh dan oleh karena itu upah mulai meningkat dan peningkatan itu positif.

"Tapi jika AS berhasil mengurangi imigrasi, akan sangat menantang untuk menjaga agar ekonomi tetap berjalan dengan kecepatan yang sama," jelas Skou.

Menjalankan perusahaan yang mengangkut barang di seluruh dunia menempatkan Skou dalam posisi unik untuk mengamati bagaimana gelombang proteksionisme membentuk kembali peta perdagangan global. Dan saat administrasi Trump menyalahkan globalisasi karena memukul kelas menengah AS, CEO Maersk mengatakan bahwa wilayah lain kini muncul sebagai pusat kekuatan ekonomi.

"Keyakinan pribadi saya adalah Eropa lebih potensial," kata Skou.

"Ada beberapa bagian Eropa yang memiliki banyak potensi jika mereka melakukan reformasi yang memperkuat pasar tenaga kerja mereka dan memanfaatkan peluang yang timbul dari digitalisasi," katanya.

"Jika situasi politik dapat dikendalikan, saya pikir Eropa memiliki masa depan yang bagus," tambah Skou.

Maersk mengangkut 10,7 juta kontainer berkapasitas 40 kaki pada tahun lalu, meningkat 3 persen dari tahun 2016. Armada perusahaan yang terdiri dari hampir 800 kapal tersebut menguasai sekitar seperlima perdagangan via laut dunia, menurut konsultan industri transportasi Alphaliner.

Berbicara mengenai jangka panjang, Skou mengatakan bahwa Maersk berada di zona positif di Afrika dan Amerika Latin.

"Dan itulah sebabnya kami telah berinvestasi banyak di dua wilayah tersebut," kata Skou.

"Perdagangan global tidak berisiko untuk terhenti, tapi kita juga harus mengakui bahwa kita mungkin tidak akan bisa melihat kesepakatan perdagangan bebas baru yang besar," kata Skou.

"Jadi kita tidak akan mendapatkan dorongan atau percepatan dari itu, dan itu memalukan karena kita berpikir bahwa perdagangan bebas membuat dunia semakin kaya," ujar Skou menyindir sikap proteksionisme Trump.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg

Sumber gambar: Kalb.com

Share This

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…