ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Belanja konsumen merupakan elemen terbesar dari produk domestik bruto suatu negara, demikian pula di UK yang masih dibayangi inflasi tinggi dan ketidakpastian Brexit.

Pada hari Senin (12/2) sebuah survei menunjukkan para pembelanja UK menghabiskan lebih sedikit uangnya pada bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya, menyebabkan pengeluaran pada bulan Januari turun untuk pertama kalinya sejak 2013, menggarisbawahi sikap kehati-hatian banyak rumah tangga UK tentang keuangan mereka dan dampak Brexit.

Visa, yang kartu debit dan kreditnya digunakan untuk sepertiga pembayaran di UK, mengatakan pada hari Senin bahwa konsumen UK menjauh dari penjualan tradisional pasca-Natal di bulan lalu.

Menurut Visa, Pengeluaran rumah tangga turun 1,2 persen pada Januari dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017, dengan belanja di toko turun sebesar 4 persen.

"Belanja konsumen memasuki tahun baru dengan catatan suram, turun untuk yang kedelapan kalinya dalam sembilan bulan terakhir, karena rakyat UK terus mengurangi pengeluaran," kata Mark Antipof, pejabat komersial Visa.

Penurunan penjualan mobil juga membebani angka penjualan secara keseluruhan. Tapi ada kabar baik untuk hotel dan restoran, juga untuk salon rambut dan penjual produk kecantikan, karena konsumen mencari sedikit perawatan untuk diri mereka.

Perekonomian UK tertinggal di belakang pertumbuhan yang lebih kuat di negara-negara kaya lainnya pada tahun 2017 karena inflasi yang lebih tinggi sejak referendum Brexit dan pertumbuhan upah yang lamban mengikis daya beli konsumen.

Annabel Fiddes, seorang ekonom di perusahaan data keuangan IHS Markit yang menghasilkan survei untuk Visa, mengatakan kekhawatiran tentang Brexit membebani keyakinan para konsumen. Tapi menurutnya, belanja bisa naik pada akhir tahun ini karena inflasi diperkirakan akan turun saat upah naik lebih cepat.

Data Visa tersebut didasarkan pada belanja dengan menggunakan kartu, disesuaikan dengan inflasi, jumlah kartu yang beredar dan penurunan jangka panjang dalam penggunaan uang tunai.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: WWD

Share This

Berita Forex Lainnya

February 19, 2018

Yen dan Dolar Australia Menikmati Aksi Ambil Untung di Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya kembali dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi ambil untung mata uang AS…
February 19, 2018

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kenaikan Suku Bunga The Fed?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Sepanjang hampir 9 tahun pasar naik, The Fed mempertahankan suku bunganya di dekat 0%, namun tanda-tanda kenaikan inflasi baru-baru ini bisa mendorong bank sentral AS bisa menaikkan suku bunga lebih agresif yang akan…
February 19, 2018

Di Senin Pagi Dolar Selandia Baru Coba Balas Penurunan di Sesi Jumat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Mengawali pekan ini dolar Selandia Baru terlihat mulai bergerak naik terhadap dolar AS meskipun kisaran pergerakannya masih tipis. Sebelumnya pada hari Jumat dolar Selandia Baru berakhir turun 0,26% di $0,7388,…
February 19, 2018

Survei Bloomberg Jagokan Tokoh Jerman Sebagai Presiden ECB Pengganti Draghi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Akhir masa jabatan Presiden European Central Bak (ECB) Mario Draghi masih lebih dari satu tahun lagi namun saat ini spekulasi mulai muncul tentang siapa kiranya yang bakal menggantikan Draghi. Mario Draghi adalah…
February 19, 2018

Para Ekonom Melihat Kenaikan Suku Bunga ECB Masih Lama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters yang hasilnya dipublikasikan pada pekan lalu, European Central Bank (ECB) akan mengakhiri program pembelian asetnya pada akhir tahun ini dan kemudian akan menunggu selama…