ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Seakan menambah beban bagi pound sterling yang pada hari Jumat terpuruk karena semakin terjalnya jalan perundingan Brexit, pada hari Minggu (11/2) kepala ekonom Bank of England (BoE) menyampaikan pandangan yang cukup dovish mengenai suku bunga bank tersebut.

Pada sebuah artikel surat kabar Inggris yang dipublikasikan kemarin, kepala ekonom bank sentral tersebut mengatakan bahwa BoE kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lagi untuk mengatasi inflasi namun tidak akan melakukannya dengan agresif.

Kepala Ekonom BoE Andy Haldane, dalam sebuah kunjungan ke Inggris timur laut, merujuk pada pernyataan BoE setelah pertemuan kebijakannya pada hari Kamis lalu bahwa suku bunga kemungkinan akan naik lebih awal/cepat dan lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami memiliki mata yang kuat terhadap perkembangan inflasi, dan saat ini berada di depan target kami," demikian pernyataannya yang dilansir surat kabar Newcastle Chronicle.

"Itulah mengapa kami dulu menaikkan suku bunga dan mengapa ... kami mengatakan bahwa, mengenai perkiraan probabilitas, tampaknya ada beberapa kebijakan pengetatan lebih lanjut yang diperlukan selama periode di depan," tambah Haldane.

Bank sentral Inggris menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade di bulan November dan pasar keuangan sekarang melihat sekitar 70 persen peluang untuk kenaikan 25 basis poin di bulan Mei, yang akan membawa suku bunga utama BoE menjadi 0,75 persen.

Surat kabar tersebut melaporkan Haldane mengatakan bahwa tingkat suku bunga yang naik selama tahun depan akan kecil.

"Kami tidak terburu-buru, harga tidak akan kembali ke tingkat yang pernah kami lihat di masa lalu, namun tetap menjaga biaya hidup terkendali, menurut kami, hal terbaik dan terpenting yang bisa kami lakukan untuk membantu ekonomi," katanya seperti dikutip Newcastle Chronicle.

Inflasi harga konsumen Inggris menyentuh level tertinggi di lebih dari lima tahun pada 3,1 persen pada bulan November dan perkiraan bank sentral tersebut akan memakan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali ke target 2 persen jika tidak menaikkan suku bunga.

Sumber berita: ForexSignal88, Newcastle Chronicle, Reuters

Sumber gambar: Youtube

Share This

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…