ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Ayunan tajam di pasar keuangan global dalam beberapa hari terakhir tidaklah mengkhawatirkan karena pertumbuhan ekonomi kuat namun reformasi masih diperlukan untuk mencegah krisis di masa depan, demikian direktur pengelola International Monetary Fund (IMF) mengatakan pada hari Minggu (11/2).

Christine Lagarde, yang berbicara pada sebuah konferensi mengenai bisnis global dan tren sosial di Dubai, mengatakan bahwa ekonomi juga didukung oleh banyaknya pembiayaan yang tersedia.

"Saya cukup optimis dengan lanskap yang kita miliki saat ini. Tapi kita tidak bisa duduk santai dan menunggu pertumbuhan berlanjut seperti biasa," katanya dalam komentar publik pertamanya mengenai pergerakan pasar sejak gejolak terakhir yang dimulai sejak rilis data ketenagakerjaan AS pada awal bulan ini yang memperbesar potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

"Saya tidak membunyikan sinyal alarm, tapi dorongan kuat dan sinyal peringatannya," jelas Lagarde.

Bursa saham global dilanda fluktuasi liar, dengan patokan S&P 500 turun 5,2 persen minggu lalu, persentase penurunan mingguan terbesar sejak Januari 2016. Ketidakstabilan tersebut didorong oleh kekhawatiran para investor tentang kenaikan suku bunga The Fed dan potensi peningkatan inflasi.

The Fed, pada pertemuan kebijakan terakhirnya sekaligus yang terakhir bagi Janet Yellen selaku ketua bank sentral tersebut, mengatakan bahwa inflasi akan segera mencapai target 2% yang ditetapkannya. Keyakinan The Fed semakin kuat setelah data ketenagakerjaan AS pada 2 Februari menunjukkan tingkat upah semakin meningkat.

Pada kesempatan tersebut Lagarde juga mengulangi perkiraan IMF, yang diumumkan pada bulan lalu, bahwa ekonomi global akan tumbuh 3,9 persen tahun ini dan pada kecepatan yang sama di tahun 2019, yang menurutnya merupakan latar belakang yang baik untuk reformasi yang dibutuhkan.

Dia tidak memberikan rincian tentang reformasi yang ingin dia lihat selain mengatakan bahwa pihak berwenang perlu beralih ke pengaturan aktivitas, bukan entitas.

"Kita perlu mengantisipasi di mana krisis berikutnya akan terjadi. Apakah itu perbankan bayangan (shadow banking)? Apakah itu kriptokokus?" katanya.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Reuters

Sumber gambar: Korea.net

Share This

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…