ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Dolar AS naik pada hari Jumat sehingga euro membukukan penurunan mingguan terburuk sejak November 2016 setelah aksi jual masif pada bursa saham global memaksa para investor mengurangi spekulasi mereka bahwa greenback, yang sejak tahun lalu di jalur turun, akan terus terpukul oleh euro.

Pertaruhan pada dolar AS yang lebih lemah terhadap euro telah menjadi salah satu perdagangan paling populer di tahun ini, dengan ekonomi Eropa yang bangkit kembali dan semakin mendorong ekspektasi pasar bahwa European Central Bank (ECB) akan mengecilkan neracanya lebih cepat dari yang diperkirakan.

Setelah sebelumnya naik ke $1,2287, euro tergelincir dan kemudian ditutup turun 0,1% di $1,2235 pada akhir sesi Jumat dan membukukan penurunan mingguan negatif 1,82% meskipun sejak awal tahun ini euro tetap 2% lebih tinggi dari pada dolar AS dan sempat mencapai tingkat tertinggi dalam tiga tahun di $1,2538 pada akhir Januari.

Secara umum, dolar AS naik 0,3% terhadap sejumlah mata uang dan mencatatkan peningkatan sekitar 1,4% pada minggu lalu, performa terbaik sejak November 2016. Namun sejak awal tahun ini mata uang AS tetap turun 1,8%.

Stephen Gallo, kepala strategi forex di BMO Capital Markets, mengatakan aksi jual di bursa saham dan risky assets menghasilkan koreksi dan posisi short dollar (jual dolar) semakin berkurang.

Namun Gallo mengatakan bahwa hanya jika ada perubahan mendasar dalam kesehatan ekonomi global, dengan penurunan tajam pada pasar ekuitas baru-baru ini tidak berdampak pada ekonomi global, dolar AS akan tetap berada dalam tren turun multi-tahun.

Sebelum anjloknya pasar ekuitas minggu ini, salah satu perdagangan paling populer di pasar mata uang adalah membeli euro pada ekspektasi penghentian stimulus oleh ECB dan untuk menjual yen pada pandangan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menjadi yang terakhir keluar dari kebijakan moneter yang sangat longgar.

Para pelaku pasar dilaporkan menutup posisi mereka ketimbang menambah posisi baru karena mereka berusaha untuk mengurangi eksposur risiko selama terjadi peningkatan volatilitas.

Volatilitas bursa saham telah melonjak sejak 2 Februari dan untuk sementara pasar valuta asing terlihat tetap jauh lebih tenang.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Live Globe News

Share This

Berita Forex Lainnya

February 19, 2018

Yen dan Dolar Australia Menikmati Aksi Ambil Untung di Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya kembali dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi ambil untung mata uang AS…
February 19, 2018

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kenaikan Suku Bunga The Fed?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Sepanjang hampir 9 tahun pasar naik, The Fed mempertahankan suku bunganya di dekat 0%, namun tanda-tanda kenaikan inflasi baru-baru ini bisa mendorong bank sentral AS bisa menaikkan suku bunga lebih agresif yang akan…
February 19, 2018

Di Senin Pagi Dolar Selandia Baru Coba Balas Penurunan di Sesi Jumat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Mengawali pekan ini dolar Selandia Baru terlihat mulai bergerak naik terhadap dolar AS meskipun kisaran pergerakannya masih tipis. Sebelumnya pada hari Jumat dolar Selandia Baru berakhir turun 0,26% di $0,7388,…
February 19, 2018

Survei Bloomberg Jagokan Tokoh Jerman Sebagai Presiden ECB Pengganti Draghi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Akhir masa jabatan Presiden European Central Bak (ECB) Mario Draghi masih lebih dari satu tahun lagi namun saat ini spekulasi mulai muncul tentang siapa kiranya yang bakal menggantikan Draghi. Mario Draghi adalah…
February 19, 2018

Para Ekonom Melihat Kenaikan Suku Bunga ECB Masih Lama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters yang hasilnya dipublikasikan pada pekan lalu, European Central Bank (ECB) akan mengakhiri program pembelian asetnya pada akhir tahun ini dan kemudian akan menunggu selama…