ForexSignal88.com l Jakarta, 09/02/2018 – Laporan beberapa media besar di Inggris pada hari Kamis menyebut bahwa investor miliarder George Soros telah memberikan ratusan ribu pound sterling untuk kampanye pro-Uni Eropa yang bertujuan untuk menghentikan Inggris meninggalkan blok politik dan ekonomi tersebut.

Kampanye The Best for Britain, yang menganjurkan agar Inggris tetap di UE dan menghentikan Brexit, dilaporkan telah menerima dana lebih dari £400.000 ($550.000) dari Open Society Foundation (OSF) milik Soros, menurut surat kabar The Guardian dan The Telegraph.

Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Guardian bahwa jumlah enam digit tersebut telah diberikan untuk kampanye tersebut oleh OSF sejak pemilihan bulan Juni 2017. Yayasan tersebut tidak segera memberikan komentar saat dihubungi oleh CNBC.

Surat kabar tersebut mengutip ketua kampanye tersebut, Lord Malloch-Brown, yang menyatakan bahwa yayasan tersebut telah bersama dengan para donor utama lainnya, yang juga memberi kontribusi signifikan pada pekerjaan mereka. Menurut Lord Malloch-Brown, melalui yayasannya, “dia” telah menyumbangkan £400.000.

Sementara itu, The Telegraph, yang laporannya ditulis bersama dengan mantan kepala staf gabungan Perdana Menteri Theresa May, menyebut bahwa Soros adalah satu dari tiga donor utama dalam kampanye tersebut. Surat kabar tersebut mengatakan bahwa pihaknya merencanakan untuk meluncurkan kampanye nasional bulan ini, yang diharapkan kampanye tersebut akan mengarah pada referendum kedua yang berpotensi membuat Inggris tetap tinggal di UE.

Soros dikenal sebagai "orang yang membuat bangkrut Bank of England" karena bertaruh melawan pound sterling pada tahun 1992, sebuah insiden legendaris di pasar keuangan yang kemudian dikenal sebagai "Black Wednesday". Aksi Soros tersebut memaksa pemerintah Inggris untuk menarik mata uangnya dari Mekanisme Tingkat Nilai Tukar Eropa (European Exchange Rate Mechanism/EERM).

Pada tahun lalu, Soros menyarankan agar Inggris tidak pernah meninggalkan UE jika blok tersebut mereformasi dirinya sendiri saat negosiasi Brexit sedang berlangsung.

Soros juga dikenal sebagai salah satu penentang Presiden AS Donald Trump, terutama terkait kebijakan proteksionisme perdagangan yang terus digemakan oleh Trump.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, The Guardian, The Telegraph

Sumber gambar: Phys.org

Share This

Berita Forex Lainnya

February 19, 2018

Yen dan Dolar Australia Menikmati Aksi Ambil Untung di Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya kembali dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi ambil untung mata uang AS…
February 19, 2018

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kenaikan Suku Bunga The Fed?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Sepanjang hampir 9 tahun pasar naik, The Fed mempertahankan suku bunganya di dekat 0%, namun tanda-tanda kenaikan inflasi baru-baru ini bisa mendorong bank sentral AS bisa menaikkan suku bunga lebih agresif yang akan…
February 19, 2018

Di Senin Pagi Dolar Selandia Baru Coba Balas Penurunan di Sesi Jumat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Mengawali pekan ini dolar Selandia Baru terlihat mulai bergerak naik terhadap dolar AS meskipun kisaran pergerakannya masih tipis. Sebelumnya pada hari Jumat dolar Selandia Baru berakhir turun 0,26% di $0,7388,…
February 19, 2018

Survei Bloomberg Jagokan Tokoh Jerman Sebagai Presiden ECB Pengganti Draghi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Akhir masa jabatan Presiden European Central Bak (ECB) Mario Draghi masih lebih dari satu tahun lagi namun saat ini spekulasi mulai muncul tentang siapa kiranya yang bakal menggantikan Draghi. Mario Draghi adalah…
February 19, 2018

Para Ekonom Melihat Kenaikan Suku Bunga ECB Masih Lama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters yang hasilnya dipublikasikan pada pekan lalu, European Central Bank (ECB) akan mengakhiri program pembelian asetnya pada akhir tahun ini dan kemudian akan menunggu selama…