ForexSignal88.com l Jakarta, 09/02/2018 – Pada sebuah konferensi bisnis di Frankfurt, Presiden Fed Dallas Robert S. Kaplan mengatakan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan terus mengeluarkan kebijakan akomodasi secara bertahap dan dapat menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun ini.

Kaplan mengatakan volatilitas pasar baru-baru ini sendiri tidak cukup untuk mengubah skenario dasarnya meskipun dia sangat waspada terhadap turbulensi tersebut dan akan mempelajari apakah itu berpengaruh pada ekonomi riil.

Kaplan, anggota komite kebijakan The Fed yang tidak memiliki hak suara di rapat kebijakan FOMC, mengatakan kepada wartawan di Frankfurt pada hari Kamis, "Pada titik ini, saya tidak melihat penyesuaian (koreksi) pasar ini berimbas ke dalam kondisi keuangan tapi saya akan mengawasi dengan hati-hati. Skenario dasar saya tetap sama."

The Fed menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun lalu, dengan yang terakhir naik 0,25 persen pada bulan Desember. Sejauh ini mayoritas pelaku dan pengamat pasar memprediksi kenaikan suku bunga The Fed berikutnya akan terjadi di bulan Maret.

Saham AS telah menukik tajam pada bulan ini karena kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi upah dapat memaksa The Fed untuk memperketat kebijakannya lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Tapi bursa saham telah tenang dan sedikit pulih dalam dua hari terakhir.

Kaplan mengatakan bahwa penghentian stimulus akan dilakukan secara bertahap dan diiringi kesabaran, tanpa menyebut tentang jalur tingkat tertentu, meskipun ia menyebut tiga kenaikan suku bunga pada tahun ini tetap menjadi skenario dasar yang ia pegang.

Pertumbuhan yang cepat dan tingkat pengangguran yang rendah merupakan argumen utama untuk pengetatan kebijakan The Fed dan Kaplan memperkirakan bahwa tingkat pengangguran dapat turun di bawah 4 persen pada tahun ini, melampaui apa yang disebut sebagai kondisi full-employment.

Menurut Kaplan, pertumbuhan secara keseluruhan kemungkinan akan mencapai puncaknya pada tahun ini dan mungkin akan melambat pada tahun depan dan pada tahun 2020.

Kaplan juga mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap performa bursa saham baru-baru ini seharusnya tidak memaksa The Fed untuk menghentikan sementara siklus kenaikan suku bunga.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: MarketWatch

Share This

Berita Forex Lainnya

May 25, 2018

Dolar AS Mulai Membalas Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya akan kembali menunjukkan…
May 24, 2018

Dolar AS Tergerus Yen, Hasil Fed Minutes Sedikit Bernada Dovish

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 23, 2018

Penguatan Dolar AS Belum Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 22, 2018

Masalah Denuklirisasi Korea Utara Hambat Penguatan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 21, 2018

Pernyataan Mnuchin Bikin Dolar AS Menguat Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…