ForexSignal88.com l Jakarta, 09/02/2018 – Kepala ekonom European Central Bank (ECB) Peter Praet pada hari Kamis mengatakan bahwa peningkatan tekanan inflasi zona euro yang terjadi secara bertahap tidak berarti bahwa pertumbuhan harga berada di jalur naik yang berkelanjutan dan menjadi alasan untuk penghapusan stimulus lebih lanjut.

"Jika aliran data masuk mengkonfirmasi ekspektasi tekanan inflasi yang bertahap, ini tentu tidak cukup untuk memastikan penyesuaian yang berkelanjutan, karena kondisi kebijakan moneter yang kurang mendukung dapat membahayakan lintasan inflasi," kata Praet.

"Begitu Dewan Kebijakan menilai bahwa tiga kriteria penyesuaian berkelanjutan telah dipenuhi, maka pembelian aset bersih akan berakhir, sesuai dengan panduan kami," kata Praet.

Pembelian obligasi ECB akan berakhir pada bulan September dan para pembuat kebijakan bank tersebut memperdebatkan apakah akan mengakhiri skema tersebut bahkan jika inflasi naik hanya secara bertahap.

Mengomentari dinamika bursa saham global belakangan ini, Praet mengatakan bahwa ECB dapat menerima lonjakan volatilitas pasar baru-baru ini asalkan tidak memiliki dampak pada stabilitas sektor keuangan.

"Apa yang terjadi hari ini baik-baik saja, saya tidak peduli. Lonjakan volatilitas yang besar baik-baik saja, kita (ECB) bisa hidup dengan ini," kata Praet dalam sebuah konferensi di Frankfurt, mengacu pada aksi jual yang kuat di bursa saham utama pada awal pekan ini.

"Tapi kita harus yakin bahwa konsekuensi stabilitas keuangan akan dikendalikan," tambahnya.

Sementara itu pada hari Kamis ECB mengatakan dalam sebuah buletin ekonomi reguler, yang sebagian besar sesuai dengan prospek yang diumumkan setelah pertemuan kebijakan bulan Januari, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi zona euro kemungkinan akan terus berlanjut.

"Ekspansi ekonomi yang terus berlanjut dan solid diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat," kata ECB.

"Momentum siklis kuat yang berlaku dapat menyebabkan kejutan pertumbuhan positif lebih lanjut dalam waktu dekat," jelas bank sentral tersebut.

"Risiko penurunan terus berhubungan terutama dengan faktor global, termasuk perkembangan di pasar valuta asing," ECB menambahkan.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

May 24, 2018

Dolar AS Tergerus Yen, Hasil Fed Minutes Sedikit Bernada Dovish

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 23, 2018

Penguatan Dolar AS Belum Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 22, 2018

Masalah Denuklirisasi Korea Utara Hambat Penguatan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 21, 2018

Pernyataan Mnuchin Bikin Dolar AS Menguat Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…
May 18, 2018

Persoalan Italia Hantarkan Dolar AS Terus Berkibar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…