ForexSignal88.com l Jakarta, 09/02/2018 – Dolar AS sedikit berubah pada hari Kamis terhadap sejumlah mata uang dalam perdagangan yang berombak, memudar dari level tertinggi dua minggu karena para investor mengurangi posisi terhadap greenback setelah turbulensi baru di pasar saham dan obligasi.

Berkurangnya momentum naik dolar AS memperkuat pandangan sebagian pihak bahwa mata uang berada dalam tren pasar bearish. Data CNBC menunjukkan Indeks Dolar AS pada hari Kamis berakhir hanya naik tipis 0,05% di 90.30. Indeks ini telah naik 1,2 persen sejak Jumat lalu, menempatkannya di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Oktober.

Sebelumnya dolar AS telah terdorong naik dengan kuat oleh aksi jual di bursa saham global sejak Jumat lalu dan keyakinan para pelaku pasar bahwa setidaknya tiga kenaikan suku bunga Federal Reserve akan terjadi di tahun 2018 karena membaiknya fundamental AS.

Dolar AS kembali melemah terhadap mata uang safe haven yen dan franc Swiss pada hari Kamis karena para investor mencari tempat aman saat Wall Street menderita kerugian yang tajam dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun masih di dekat level tertinggi empat tahun.

Jason Leinwand, CEO FirstLine FX Currency Strategy di Randolph, New Jersey, menjelaskan bahwa para investor cenderung memecah investasinya dengan aksi FTS (flight-to-safety) saat pasar keuangan yang bergejolak terlepas dari seberapa baik ekonomi global pada saat itu.

John Taylor, Jr., presiden dan pendiri firma riset makro dan FX global Taylor Global Vision tidak terlalu yakin dengan kekuatan dolar AS untuk sebagian besar minggu ini.

"Rebound dolar sudah mendekati akhir. Langkah lemah dalam pasangan dolar seperti peso dolar/Meksiko dan dolar/rand Afrika Selatan menyoroti ketidaksukaan untuk mata uang AS," tambahnya.

Keyakinan Taylor selaras dengan sebuah jajak pendapat Reuters terhadap para pakar strategi pasar mata uang yang hasilnya menyebut bahwa rebound dolar AS tidak mungkin berkelanjutan.

Euro berakhir turun 0,14 persen pada $1,2247, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dua minggu. Mata uang tunggal ini telah merosot 2,6 persen sejak mencapai titik tertinggi tiga tahun sekitar $1,2537 sekitar 10 hari yang lalu.

"Pasar sedang dalam mode konsolidasi," kata ahli strategi mata uang Commerzbank Esther Reichelt di Frankfurt.

Menurut Reichelt. "Dolar berjalan relatif baik selama gejolak pasar saham, dan pengalaman ini menentukan sentimen pasar ke depan."

Sementara itu mata uang safe haven tradisional seperti yen dan franc Swiss sejauh ini hanya menunjukkan kenaikan moderat selama volatilitas pasar saham baru-baru ini. Namun pada hari Kamis, dolar AS turun 0,55 persen terhadap yen dan turun 0,88 persen terhadap franc Swiss.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Barron’s

Share This

Berita Forex Lainnya

February 19, 2018

Yen dan Dolar Australia Menikmati Aksi Ambil Untung di Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya kembali dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi ambil untung mata uang AS…
February 19, 2018

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kenaikan Suku Bunga The Fed?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Sepanjang hampir 9 tahun pasar naik, The Fed mempertahankan suku bunganya di dekat 0%, namun tanda-tanda kenaikan inflasi baru-baru ini bisa mendorong bank sentral AS bisa menaikkan suku bunga lebih agresif yang akan…
February 19, 2018

Di Senin Pagi Dolar Selandia Baru Coba Balas Penurunan di Sesi Jumat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Mengawali pekan ini dolar Selandia Baru terlihat mulai bergerak naik terhadap dolar AS meskipun kisaran pergerakannya masih tipis. Sebelumnya pada hari Jumat dolar Selandia Baru berakhir turun 0,26% di $0,7388,…
February 19, 2018

Survei Bloomberg Jagokan Tokoh Jerman Sebagai Presiden ECB Pengganti Draghi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Akhir masa jabatan Presiden European Central Bak (ECB) Mario Draghi masih lebih dari satu tahun lagi namun saat ini spekulasi mulai muncul tentang siapa kiranya yang bakal menggantikan Draghi. Mario Draghi adalah…
February 19, 2018

Para Ekonom Melihat Kenaikan Suku Bunga ECB Masih Lama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters yang hasilnya dipublikasikan pada pekan lalu, European Central Bank (ECB) akan mengakhiri program pembelian asetnya pada akhir tahun ini dan kemudian akan menunggu selama…