ForexSignal88.com l Jakarta, 08/02/2018 – Dolar AS berada pada level tertinggi dua minggu terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis setelah naik di sesi sebelumnya setelah para pemimpin Senate AS mengumumkan sebuah kesepakatan anggaran dua tahun.

Data CNBC pada sore ini menunjukkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,28% di 90,50.

Dolar AS naik setelah para pemimpin kongres AS pada hari Rabu kemarin mencapai kesepakatan anggaran dua tahun untuk meningkatkan belanja pemerintah hampir $300 miliar. Perjanjian anggaran tersebut mencegah risiko government shutdown (penutupan layanan pemerintah) atau default (gagal bayar) utang.

Kenaikan dolar AS merupakan kelanjutan dari kenaikan yang terjadi di tengah penurunan tajam saham-saham pada hari Jumat dan pada hari Senin saat indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatatkan penurunan satu hari terbesarnya.

Penurunan di bursa ekuitas dipicu setelah data pertumbuhan sektor pekerjaan non pertanian AS yang kuat sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikan suku bunga acuannya pada kecepatan yang lebih cepat yang diperkirakan sebelumnya.

Euro beringsut lebih rendah terhadap dolar AS, dengan EUR/USD turun 0,23% saat berita ini ditulis ke $1,2232, yang merupakan level terlemahnya terhadap dolar AS sejak 23 Januari.

Dolar AS berbalik menguat terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,36% ke ¥109,77.

Pound sterling juga masih di bawah tekanan greenback dan euro menjelang pertemuan kebijakan Bank of England (BoE) beberapa jam lagi yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. GBP/USD turun 0,15% di $1,3856 sementara EUR/GBP diperdagangkan di £0,8827.

Sementara itu, dolar Selandia Baru jatuh ke posisi terendah satu bulan setelah pagi tadi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga bertahan pada rekor terendah. NZD/USD terakhir terlihat turun 0,41% di $0,7205 setelah jatuh ke $0,7177 setelah keputusan RBNZ yang dovish tersebut.

Selain BoE Inflation Report dan keputusan suku bunganya, malam ini para pelaku pasar juga akan memantau data jumlah pengajuan klaim pengangguran AS yang diperkirakan naik dari 230.000 ke 232.000.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing

Sumber gambar: The Daily Reckoning

Share This

Berita Forex Lainnya

May 25, 2018

Dolar AS Mulai Membalas Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya akan kembali menunjukkan…
May 24, 2018

Dolar AS Tergerus Yen, Hasil Fed Minutes Sedikit Bernada Dovish

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 23, 2018

Penguatan Dolar AS Belum Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 22, 2018

Masalah Denuklirisasi Korea Utara Hambat Penguatan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 21, 2018

Pernyataan Mnuchin Bikin Dolar AS Menguat Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…