ForexSignal88.com l Jakarta, 08/02/2018 – Pada Kamis (8/2) Hitoshi Suzuki, anggota dewan Bank of Japan (BoJ), mengatakan bahwa bank sentral Jepang harus mempertahankan program stimulusnya yang besar untuk mencapai target harga walaupun dampak merusak yang terjadi pada pelonggaran keuangan pada lembaga keuangan tetap perlu mendapat perhatian serius.

Suzuki juga mencatat risiko bahwa penurunan pangsa pasar baru-baru ini bisa menutupi prospek pemulihan Jepang.

"Kami harus benar-benar memperhatikan bagaimana pergerakan bank sentral AS dan Eropa ke arah normalisasi kebijakan mempengaruhi suku bunga jangka panjang AS dan arus pasar negara-negara berkembang," kata Suzuki dalam sebuah pidato kepada para pemimpin bisnis di Wakayama, Jepang barat pada hari ini.

"Penting untuk secara sabar mempertahankan pelonggaran moneter yang kuat karena inflasi masih jauh dari target 2 persen BoJ," kata mantan bankir komersial yang bergabung dengan dewan tersebut pada bulan Juli.

Pernyataan Suzuki tersebut, yang pada bulan November mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika pemulihan berlanjut, menunjukkan penurunan pasar baru-baru ini dapat menunda usaha BoJ untuk melangkah keluar dari stimulus mode krisis.

Suzuki mengulangi peringatannya atas meningkatnya biaya dari stimulus besar BoJ, dengan mengatakan bahwa pelonggaran yang berkepanjangan juga dapat mereduksi keuntungan lembaga keuangan dan perbankan dan mencegah mereka untuk meningkatkan jumlah pinjaman.

"Kita harus hati-hati melihat bagaimana dampak kumulatif pelonggaran moneter lanjutan ... dapat mempengaruhi sistem keuangan Jepang," katanya.

Suzuki juga menjelaskan bahwa sementara ekonomi Jepang diproyeksikan akan terus berkembang dan membantu kenaikan inflasi menjadi 2 persen, mungkin diperlukan waktu bagi perusahaan-perusahaan di sana untuk meneruskan kenaikan biaya tenaga kerja dan bahan baku ke para konsumen rumah tangga.

Setelah tiga tahun langkah pencetakan uang yang masif gagal menaikkan inflasi, BoJ mengubah kerangka kebijakannya pada tahun 2016 menjadi satu tingkat suku bunga yang ditargetkan, bukan pada laju pembelian aset.

Kebijakan yang dijuluki kendali kurva imbal hasil (yield curve control/YCC), yang menaikkan suku bunga jangka pendek di minus 0,1 persen dan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10-tahun pada sekitar nol persen, telah menarik keluhan dari lembaga-lembaga keuangan karena telah mengurangi margin mereka yang sudah sedikit.

Sementara Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda telah berulang kali menolak wacana penarikan stimulus jangka pendek, beberapa anggota dewan BoJ secara terbuka telah memperingatkan kenaikan biaya dari kebijakan ultra-mudah.

Dalam sebuah wawancara media pada bulan November, Suzuki mengatakan ada ruang untuk memperdebatkan penyetelan YCC dengan baik, menandakan kesempatan bahwa BoJ dapat menaikkan suku bunga sebelum inflasi mencapai targetnya.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Seeking Alpha

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…