ForexSignal88.com l Jakarta, 08/02/2018 – Dolar Selandia Baru tergelincir ke titik terendah satu bulan pada hari Kamis setelah bank sentral negara tersebut meninggalkan suku bunganya pada rekor terendah dan mengurangi perkiraan inflasi, menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang mudah tetap ada di Selandia Baru.

Dolar kiwi memperpanjang kerugiannya, turun serendah $0,7199 saat berita ini ditulis, tingkat harga yang tidak terlihat sejak awal Januari setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memproyeksikan inflasi tidak akan mencapai 2,0 persen sampai kuartal ketiga tahun 2020.

Penurunan proyeksi tersebut terjadi karena inflasi harga konsumen untuk kuartal Desember berada di bawah semua ekspektasi yakni hanya 1,6 persen ketika RBNZ berharap angka itu akan mendekati 2 persen, di tengah target pasar 1-3 persen.

Kiwi menutup perdagangan Rabu di zona merah, di $0,7239 atau lebih rendah 1,34% daripada penutupan sesi Selasa. Kiwi tetap berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah rally solid yang diperlihatkannya dalam dua bulan terakhir.

Di seberang Laut Tasman, Reserve Bank of Australia (RBA) juga tidak mengubah suku bunga pada rekor terendah di awal pekan ini dan memberi isyarat tetap berada di jalur kebijakan yang sama ke depannya karena inflasi tetap lemah.

Janji kebijakan moneter longgar di kedua negara berbeda dengan beberapa rekan sejawat mereka dari negara-negara kaya yang sudah mulai melakukan pengetatan atau diharapkan segera melakukannya.

Dolar Australia turun 1 persen pada level US $ 0,7820, tingkat yang tidak terlihat sejak awal Januari.

Mata uang antipodean berada di bawah tekanan jual semalam karena lonjakan imbal hasil Treasury AS membuat greenback menguat dan komoditas mengalami penurunan dengan harga minyak, tembaga dan emas terus merosot.

Aussie telah jatuh dalam 8 dari 10 sesi terakhir karena runtuhnya pasar ekuitas global yang membuat kemerosotan tajam pada mata uang yang belum lama ini meroket.

Aussie seringkali jadi mata uang yang banyak dijual selama masa penuh tekana karena Australia memiliki ekonomi terbuka yang memanfaatkan kenaikan harga komoditas dan pertumbuhan global dan mengalami defisit neraca berjalan abadi.

Aussie mendapat pukulan paling besar dari yen yang dipandang sebagai mata uang safe haven hingga mendekati titik terendah dua bulan baru-baru ini. Aussie terakhir turun 1,3 persen pada 85,49 yen.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

August 14, 2018

Efek Domino Turki Masih Kuatkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak dengan teror dari krisis Turki yang melanda dunia…
August 16, 2018

Dolar AS Masih Terlalu Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat kembali bersamaan dengan masih adanya pengaruh buruk…
August 13, 2018

Teror Turki Bangkitkan Aksi Safe Haven Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak dengan kisruh Turki yang melanda dunia…
August 10, 2018

Dolar AS Mulai Kewalahan Pasca Membaiknya Kinerja Ekonomi Jepang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit melemah sejenak pasca rilis data kinerja Jepang tadi pagi.…
August 09, 2018

Penguatan Dolar AS Mulai Muncul Jelang Rilis Data Inflasi AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak pasca rilis data inflasi China tadi pagi. Seperti…