ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Sterling melemah pada hari Jumat setelah data penjualan ritel UK yang mengecewakan optimisme terhadap mata uang yang sedang menikmati kemenangan beruntun terbaiknya terhadap dolar AS sejak 2014.

Sebelum kejatuhannya hari Jumat, sterling telah rally terhadap dolar AS, dengan para pedagang menyambut suara positif dari Uni Eropa (UE) mengenai negosiasi untuk keluarnya UK dari blok tersebut dan meningkatnya risk appetite yang mendorong para bulls sterling untuk menambah posisi beli mereka di saat dolar AS secara luas tetap melemah.

"Data penjualan ritel melukiskan gambaran ekonomi UK yang tidak menikmati pemulihan yang terlihat di tempat lain di seluruh dunia dan pound mencerminkan hal itu," kata Timothy Graf, kepala strategi makro untuk EMEA di State Street Global Markets.

Angka dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan bahwa 2017 adalah tahun terlemah untuk ritel UK sejak 2013 dan penurunan penjualan sebesar 1,5 persen dari bulan November, karena para konsumen terjepit oleh inflasi tinggi sehingga terus menjaga pengeluaran mereka dengan ketat.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada hari Jumat pasangan mata uang GBP/USD bergerak turun dari $1,3945 ke $1,3839 kemudian berakhir lebih rendah 0,22 persen dibandingkan penutupan di sesi Kamis.

Namun demikian, sterling tetap berada di jalur kemenangan beruntun terpanjang terhadap dolar sejak 2014, dengan kenaikan lima minggu berturut-turut. Pada penutupan mingguan di pekan lalu, GBP/USD mencatatkan penutupan positif 0,95 persen.

Terhadap euro, sterling turun 0,2 persen pada hari Jumat dan 0,3 persen lebih lemah terhadap yen.

Angka penjualan ritel yang turun tersebut menambah rangkaian data yang mengecewakan untuk para bulls sterling dengan sebelumnya terlihat pelemahan inflasi UK di bulan Desember.

"Aktivitas konsumen cukup erat korelasinya dengan sterling, jadi data ritel sebenarnya adalah sesuatu yang memiliki fokus yang baik untuk mengukur arah sterling," kata Neil Jones, kepala penjualan hedge fund FX Mizuho di London.

Sementara itu data posisi yang dilansir oleh Reuters pada pekan lalu menunjukkan posisi beli pada sterling naik ke posisi terbesar sejak kuartal ketiga 2014.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: CNN Money

Share This

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…