ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Kamis karena euro menguat sedikit setelah kemarin bergerak mundur dari puncak tiga tahun di sesi sebelumnya.

EUR/USD naik 0,2% di $1,2210. Euro menguat kembali pasca penurunan dari level tertinggi tiga tahun di $1,2323 pada hari Rabu setelah komentar dari seorang pejabat ECB mencerminkan kegelisahan para pembuat kebijakan bank itu mengenai kenaikan kuat mata uang bersama zona euro baru-baru ini.

Euro telah menguat secara luas sejak risalah dari pertemuan kebijakan Desember ECB yang dirilis pada pekan lalu mendorong ekspektasi pasar bahwa para pembuat kebijakan bank tersebut bersiap untuk menghentikan program stimulus berupa pembelian obligasi yang masif.

Dolar AS telah tertekan selama satu bulan terakhir dengan berkembangnya pandangan bahwa pemulihan ekonomi global akan melampaui pertumbuhan ekonomi AS dan memotivasi bank sentral utama lainnya untuk memulai langkah pengetatan terhadap kebijakan moneter yang selama ini longgar lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dolar AS melemah tipis terhadap yen, dengan USD/JPY turun 0,12% menjadi ¥111,18 setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,81% saat melambung dari palung empat bulan ¥110,18.

Sterling stabil, dengan perdagangan GBP/USD di $1,3838, setelah naik setinggi $1,3941 pada hari Rabu, tingkat tertinggi sejak referendum Brexit pada Juni 2016.

Pound sterling bergerak mundur saat para investor bersegera mengambil keuntungan setelah pasangan mata uang tersebut melonjak ke $1,3943 dan menunggu perkembangan Brexit terbaru.

Dolar Australia dan Selandia Baru terlihat lebih tinggi terhadap mata uang, dengan AUD/USD naik 0,2% menjadi $0,7983 dan NZD/USD naik 0,43% menjadi $0,7299.

Komoditas terkait Aussie dan kiwi terdorong naik setelah data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan pada kuartal keempat, dibantu oleh pertumbuhan ekspor yang kuat dan rebound di sektor industri.

Selanjutnya di Kamis malam para pelaku pasar akan menyoroti sejumlah data penting dari AS yang berpotensi membuat pergerakan di bursa forex lebih aktif lagi.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Business Times

Share This

Berita Forex Lainnya

May 25, 2018

Dolar AS Mulai Membalas Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya akan kembali menunjukkan…
May 24, 2018

Dolar AS Tergerus Yen, Hasil Fed Minutes Sedikit Bernada Dovish

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 23, 2018

Penguatan Dolar AS Belum Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 22, 2018

Masalah Denuklirisasi Korea Utara Hambat Penguatan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 21, 2018

Pernyataan Mnuchin Bikin Dolar AS Menguat Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…