ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pergerakan harga di bursa forex pada sesi perdagangan Rabu terlihat volatile dan fluktuatif. Awalnya di sesi Asia, dolar AS sempat tertekan lalu berbalik menekan para rivalnya. Namun di sesi Eropa, greenback kembali tertekan lebih jauh dan kemudian berhasil membalas tekanan tersebut dan memaksa euro turun dari level tertinggi tiga tahun.

Akhirnya pada sesi Rabu, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, naik 0,27% menjadi 90,78, menurut data CNBC.

Di akhir sesi perdagangan Rabu, EUR/USD ditutup turun 0,60% menjadi $1,2186 setelah naik setinggi $1,2323, yang merupakan level terkuat sejak Desember 2014.

Euro sempat terdorong naik di tengah ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) akan mulai melepas program stimulus moneternya yang masif di tahun ini.

Tak lama kemudian euro merosot setelah seorang pembuat kebijakan ECB, Ewald Nowotny, mengatakan bahwa penguatan euro baru-baru ini terhadap dolar AS "tidak membantu". Pernyataan Nowotny tersebut mencerminkan kegelisahan di kalangan para pejabat ECB mengenai kenaikan kuat mata uang bersama 19 negara zona euro tersebut.

Belakangan ini dolar AS telah tertekan dengan tumbuhnya pandangan pasar bahwa pemulihan ekonomi global akan melampaui pertumbuhan ekonomi AS dan mendorong bank sentral utama lainnya, termasuk ECB, untuk memulai pengetatan kebijakan moneter yang selama ini longgar dengan kecepatan yang lebih cepat.

Terhadap yen, dolar AS pun menguat, dengan USD/JPY berakhir naik 0,77% menjadi ¥111,28, menjauh dari level terendah empat bulan di ¥110,17 yang disentuh pada sesi Asia di hari Rabu.

Namun pound sterling tetap menguat terhadap dolar AS, dengan GBP/USD berakhir naik 0,27% di $1,3829 setelah melonjak ke $1.3943, level tertinggi sejak flash crash satu hari pasca referendum Brexit pada Juni 2016.

Sementara itu dolar Australia dan Selandia Baru berakhir mendatar terhadap greenback di akhir sesi Rabu. Namun di Kamis pagi, kedua mata uang tersebut mulai ditekan oleh mata uang AS. Saat berita ini ditulis AUD/USD merosot ke $0,7943 setelah data ketenagakerjaan Australia memburuk dan NZD/USD tergelincir ke $0,7246.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Indy Week

Share This

Berita Forex Lainnya

February 20, 2018

Dolar AS Meninggi, Pasar Tetap Tunggu FOMC Minutes

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pada hari Selasa, melanjutkan rebound dari posisi terendah tiga tahun terakhir yang disentuh pada hari Jumat, namun prospek tersebut tetap tertutupi oleh…
February 20, 2018

Yen dan Dolar Australia Mulai Tertekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, di saat pasar keuangan AS nanti malam akan buka…
February 20, 2018

Para Menteri Keuangan UE Pilih Kandidat Spanyol Sebagai Wapres ECB

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Para menteri keuangan zona euro pada hari Senin memilih Menteri Perekonomian Spanyol Luis de Guindos untuk menggantikan Wakil Presiden European Central Bank (ECB) Vitor Constancio pada bulan Mei, sebuah langkah yang…
February 20, 2018

RBA Meeting Minutes: Pertumbuhan Ekonomi Domestik dan Global Membaik, Inflasi akan Naik Bertahap

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Reserve Bank of Australia (RBA) tetap berjuang untuk menaikkan pertumbuhan upah guna memberikan dorongan kepada rumah tangga di negara tersebut agar dapat meringankan beban lonjakan utang yang dipicu oleh pengaturan…
February 20, 2018

Pengeluaran AS Merupakan Tinta Merah Bagi Kinerja Ekonomi AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Goldman Sachs baru-baru ini melihat kondisi ekonomi AS bagai datangnya gelombang pasang dengan tinta merah yang dapat menyeret perekonomian negeri Paman Sam tersebut ke dalam pusaran yang membingungkan publik di…