ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Inflasi di UK pada akhirnya bisa mulai menunjukkan perlambatan, membawa sedikit kelegaan bagi para konsumen di negara tersebut yang terjepit oleh kenaikan harga yang lebih cepat di tahun 2017.

Pertumbuhan harga konsumen turun sedikit menjadi 3% di bulan Desember, yang akan menandai tingkat penurunan pertama dalam enam bulan. Bank of England (BoE) telah memperkirakan ekonomi UK akan terus mengalami kenaikan hingga 2018, meski pada kecepatan yang moderat.

Didorong oleh penurunan pound sterling setelah pemungutan suara pada Juni 2016 di mana rakyat UK akhirnya memilih meninggalkan Uni Eropa, inflasi mencapai 3,1% di bulan November, tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari lima tahun.

Pertumbuhan upah telah gagal mengimbanginya bahkan dengan tingkat pengangguran pada level terendah 42 tahun, mengurangi daya beli para konsumen yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi UK.

Angka tersebut juga lebih dari satu persen di atas target BoE, yang berarti Gubernur BoE Mark Carney harus menulis surat kepada Kanselir Exchequer Philip Hammond yang menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Surat itu akan diterbitkan bersamaan dengan keputusan kebijakan bulan Februari, jika juga akan mengungkap proyeksi ekonomi baru dan penelitian penting mengenai sisi penawaran ekonomi.

Pada perkiraan terakhir di bulan November, BoE mengatakan bahwa inflasi akan mencapai puncaknya pada sekitar akhir 2017 kemudian turun dengan mantap kembali ke arah tujuan 2%.

Pada bulan itu, bank sentral UK tersebut menaikkan suku bunga utamanya untuk pertama kalinya dalam satu dekade menjadi 0,5% dari 0,25% dan mengatakan kenaikan suku bunga yang lebih banyak mungkin diperlukan dalam tiga tahun mendatang.

BoE melihat inflasi sebesar 2,4% pada kuartal keempat tahun 2018. Bloomberg Economics memprediksi perlambatan yang lebih tajam hingga 2,2%.

Sore nanti pukul 16.30 WIB dari UK akan dirilis indeks harga konsumen (consumer price index/CPI), indeks harga produsen (producer price index/PPI) dan indeks harga ritel (retail price index/RPI) yang semuanya akan dipantau ketat oleh para pedagang pound sterling, saham dan obligasi pemerintah UK.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Forex Factory

Sumber gambar: Samaa TV

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

May 25, 2018

Dolar AS Mulai Membalas Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya akan kembali menunjukkan…
May 24, 2018

Dolar AS Tergerus Yen, Hasil Fed Minutes Sedikit Bernada Dovish

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 23, 2018

Penguatan Dolar AS Belum Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 22, 2018

Masalah Denuklirisasi Korea Utara Hambat Penguatan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil…
May 21, 2018

Pernyataan Mnuchin Bikin Dolar AS Menguat Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi…