ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2018 – Dolar AS turun ke posisi terendah tiga tahun terakhir terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin karena permintaan untuk euro terus didukung oleh spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) sedang mempersiapkan untuk menggandakan kembali program stimulusnya yang besar.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, berada di 90,46 yang menjadi tingkat yang tidak terlihat sejak Desember 2014.

EUR/USD berhasil mencapai puncak baru tiga tahun 1,2250. Mata uang tunggal tersebut telah rally sejak hari Kamis lalu karena ECB pada bulan lalu, dari notulen rapatnya, mengatakan bahwa para pejabat dapat mempertimbangkan peralihan panduan kebijakan bertahap mulai awal 2018.

Setiap perubahan pada pedoman atau panduan bank tersebut kemungkinan akan dilihat oleh para investor sebagai indikasi bahwa para pembuat kebijakan ECB sedang bersiap untuk mulai mengurangi program stimulus pembelian obligasi mereka.

Tingkat pengetatan moneter yang lebih cepat di luar AS akan mengurangi divergensi antara Federal Reserve dan bank sentral lainnya sehingga membebani dolar AS.

Euro mendapat dorongan tambahan setelah Kanselir Jerman Angela Merkel bergerak mendekati pembentukan pemerintah koalisi yang berpotensi menghapus elemen risiko politik untuk zona euro.

Terhadap yen, dolar AS jatuh ke level terendah sejak pertengahan September, dengan USD/JPY turun ke 110,52.

Yen menguat didorong oleh komentar Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada hari Senin menyoroti pemulihan ekonomi negara tersebut.

Sterling juga mendorong kenaikan terhadap dolar AS, dengan GBP/USD naik ke 1,3767, tingkat tertinggi sejak pemungutan suara rakyat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada Juni 2016.

Pound rally pada hari Jumat setelah sebuah laporan bahwa Belanda dan Spanyol terbuka untuk kesepakatan bagi Inggris agar negara itu tetap sedekat mungkin dengan Uni Eropa setelah Brexit.

Dolar Australia dan Selandia Baru juga lebih tinggi terhadap mata uang AS, dengan AUD/USD ke 0,7965 dan NZD/USD naik ke 0,7296.

Volume perdagangan diperkirakan akan tetap ringan pada hari Senin dengan pasar AS ditutup untuk liburan Martin Luther King Day.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Clipart Library

Share This

Berita Forex Lainnya

February 20, 2018

Dolar AS Meninggi, Pasar Tetap Tunggu FOMC Minutes

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pada hari Selasa, melanjutkan rebound dari posisi terendah tiga tahun terakhir yang disentuh pada hari Jumat, namun prospek tersebut tetap tertutupi oleh…
February 20, 2018

Yen dan Dolar Australia Mulai Tertekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, di saat pasar keuangan AS nanti malam akan buka…
February 20, 2018

Para Menteri Keuangan UE Pilih Kandidat Spanyol Sebagai Wapres ECB

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Para menteri keuangan zona euro pada hari Senin memilih Menteri Perekonomian Spanyol Luis de Guindos untuk menggantikan Wakil Presiden European Central Bank (ECB) Vitor Constancio pada bulan Mei, sebuah langkah yang…
February 20, 2018

RBA Meeting Minutes: Pertumbuhan Ekonomi Domestik dan Global Membaik, Inflasi akan Naik Bertahap

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Reserve Bank of Australia (RBA) tetap berjuang untuk menaikkan pertumbuhan upah guna memberikan dorongan kepada rumah tangga di negara tersebut agar dapat meringankan beban lonjakan utang yang dipicu oleh pengaturan…
February 20, 2018

Pengeluaran AS Merupakan Tinta Merah Bagi Kinerja Ekonomi AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Goldman Sachs baru-baru ini melihat kondisi ekonomi AS bagai datangnya gelombang pasang dengan tinta merah yang dapat menyeret perekonomian negeri Paman Sam tersebut ke dalam pusaran yang membingungkan publik di…