ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Dolar AS tetap di dekat posisi terendah empat bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat di awal sesi Eropa karena laporan ekonomi AS yang suram masih membebani dan kini para pelaku pasar menunggu data penjualan ritel dan inflasi konsumen AS yang akan dirilis beberapa jam lagi.

Pada hari Kamis greenback mendapat tekanan setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal meningkat menjadi 261.000 pada minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi turun menjadi 246.000.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa indeks harga produsen turun 0,1% pada bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk kenaikan 0,2%.

Dolar AS telah menguat pada hari sebelumnya setelah regulator devisa China mengatakan bahwa sebuah laporan tentang Beijing yang melambatkan atau menghentikan pembelian obligasi AS mungkin didasarkan pada informasi yang salah dan bisa jadi palsu.

Bloomberg melaporkan pada pekan ini bahwa pejabat China yang meninjau kepemilikan valuta asing telah merekomendasikan pelambatan atau penghentian pembelian obligasi AS sedangkan China adalah pemegang surat utang pemerintah AS terbesar.

Data CNBC sore ini menunjukkan Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, turun 0,42% ke 91,47, semakin dekat ke support kunci di 91,00 yang dicetak pada awal September 2016.

Saat berita ini ditulis, euro sedang melesat lebih tinggi, dengan EUR/USD naik 0,69% pada $1,2121, sementara GBP/USD juga melonjak ke $1,3601.

Yen sedikit berubah, dengan USD/JPY di ¥111,04 dan franc menguat lagi dengan USD/CHF di Fr0.9715.

Sementara itu dolar Australia dan Selandia Baru masih bergerak sideways, dengan AUD/USD bergerak di $0,7885 dan dengan NZD/USD di $0,7255.

Dolar AS juga tampak mendapat tekanan dari data resmi pada pagi tadi yang menunjukkan bahwa ekspor China meningkat lebih dari yang diperkirakan sebesar 10,9% pada bulan Desember, sementara impor naik hanya 4,5% dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 13,0%.

China juga menjadi mitra ekspor terbesar Australia dan mitra ekspor kedua terbesar Selandia Baru dan peningkatan data China turut membantu performa kedua mata uang tersebut terhadap dolar AS.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Haberturk

Share This

Berita Forex Lainnya

February 21, 2018

Dolar AS Masih di Jalur Naik, Pasar Fokus pada Fed Minutes dan Lelang Utang AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Dolar AS terapresiasi pada hari Rabu karena fokus jangka pendek pasar kini beralih ke risalah atau notulen dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai kecepatan pengetatan…
February 21, 2018

Reformasi Pajak AS Angkat Keyakinan Bisnis UKM AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Keyakinan bisnis sektor Usaha Kecil dan Menengah di AS pada 2018 ini melonjak cepat karena optimisme meningkat di antara para pemilik usaha kecil tentang paket reformasi perpajakan yang baru diberlakukan, demikian…
February 21, 2018

Yen dan Dolar Australia Terus Mendapatkan Tekanan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih melanjutkan untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, di saat pasar keuangan AS…
February 21, 2018

Jika Bankir Jerman Terpilih Sebagai Presiden ECB, Besar Dampaknya pada Kebijakan di Masa Depan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Para pengamat dan analis mulai berkalkulasi apakah European Central Bank (ECB) dapat segera memulai secara agresif langkah pengurangan program stimulusnya yang masif, dengan seorang ekonom Jerman yang hawkish…
February 21, 2018

Trump Berhasil Menarik Hati Investor Asing Terhadap Surat Hutang AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pekan lalu, Departemen Keuangan AS merilis data terakhir terkait dengan pembeli asing terhadap surat hutang pemerintah AS dan hasilnya sangat mengejutkan bahwa era Trump berhasil melampaui besaran pembeli asing…