ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah enam minggu terhadap yen Jepang dan melemah terhadap beberapa mata uang utama pada hari Rabu setelah tersiar sebuah laporan bahwa China siap untuk memperlambat atau menghentikan pembelian UST (US Treasury).

Para pejabat yang menilai kepemilikan cadangan valuta asing China telah merekomendasikan perlambatan atau penghentian pembelian obligasi pemerintah AS, demikian Bloomberg News melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini.

Dolar AS berakhir turun 1,07 persen pada ¥111,42 yen, setelah menyentuh ¥111,25, terlemah sejak akhir November.

"Jika laporan tersebut ternyata benar dan China tidak lagi melihat Treasuries sebagai opsi yang menarik, dampaknya bisa signifikan karena negara tersebut merupakan salah satu pemegang utang AS terbesar," Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA di London.

Data CNBC pada Kamis menunjukkan, Indeks Dolar AS berada di zona merah, turun 0,18 persen di 92,36.

"China menerapkan tekanan ke pasar Treasury saat Fed akan segera beralih dari pembeli resor terakhir," kata Boris Schlossberg, managing director strategi forex di BK Asset Management di New York.

Menurutnya dolar AS sudah sangat lemah sejak awal sesi Selasa, terlepas dari fakta bahwa data AS tetap kuat dan imbal hasil Treasury terus meningkat.

Sebelumnya dolar AS telah merosot seiring langkah Bank of Japan (BoJ) untuk memangkas pembelian obligasi pemerintah jangka panjang (JGB) pada hari Selasa yang bergema kuat di pasar mata uang. Pada hari Selasa, dolar AS turun 0,39 persen terhadap yen.

Greg Anderson, kepala strategi FX global di BMO Capital Markets di New York , menjelaskan bahwa pada tahun lalu ada korelasi fantastis antara imbal hasil obligasi AS 10-tahun dan dolar-yen dan para pelaku pasar melakukan transaksi yang dikenal sebagai pair trade.

"Tapi korelasi itu telah hancur berantakan selama beberapa hari terakhir. Semua orang yang akan melakukan transaksi perdagangan itu dihentikan," katanya.

Namun dolar AS masih mampu menekan beberapa rivalnya, salah satunya pound sterling yang beringsut lebih rendah karena para investor mengunci keuntungan mereka setelah rally dan menunjukkan keengganan untuk mendorongnya naik lebih tinggi lagi sampai katalis baru muncul dari UK atau lainnya.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg CNBC, Reuters

Sumber gambar: Business Times

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2018

Dolar AS Perlahan Bangkit dari Tekanan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Indikasi perlawanan dari para bulls (pembeli) dolar AS mulai terlihat. Greenback menguat perlahan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Selasa karena euro mengambil nafas setelah rally ke posisi…
January 16, 2018

Yen Dalam Posisi Tertekan, Dolar Australia Gagal Menguat Lebih Lanjut

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memberikan tekanan dari mata uang utama Asia khususnya kepada, di saat pasar keuangan AS sudah akan buka…
January 16, 2018

Kenaikan Suku Bunga Inggris Masih Lama Waktunya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Bank of England mungkin membutuhkan waktu yang lama sebelum perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunganya lagi setelah kenaikan pertama yang lebih dari 1 dekade di November lalu, demikian ungkap pejabat BoE…
January 16, 2018

UBS Puji Kebijakan Ekonomi Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – UBS menyatakan semalam bahwa Presiden Trump pantas mendapatkan pujian atas kebijakan ekonominya yang pro terhadap pertumbuhan AS di mana upaya tersebut membuat ekonomi AS lebih ramah terhadap bisnis termasuk reformasi…
January 16, 2018

Inflasi UK Diperkirakan Mulai Bergerak Turun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Inflasi di UK pada akhirnya bisa mulai menunjukkan perlambatan, membawa sedikit kelegaan bagi para konsumen di negara tersebut yang terjepit oleh kenaikan harga yang lebih cepat di tahun 2017. Pertumbuhan harga…