ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Dolar AS melanjutkan kebangkitannya dari posisi terendah hampir empat bulan melawan sekumpulan mata uang utama, mengabaikan komentar beragam dari beberapa pejabat Federal Reserve baru-baru ini mengenai prospek kebijakan moneter.

Data CNBC menunjukkan, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16% menjadi 92,50.

Pada hari Selasa, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa Federal Reserve harus menjaga suku bunga pada level rendah saat ini untuk mendukung inflasi dan kenaikan upah.

Pandangan inflasi Kaskari tersebut tampak tidak optimis dibandingkan dengan rekannya Eric Rosengren di Boston yang pada hari Senin mengatakan bahwa The Fed harus fokus pada rentang inflasi antara 1,5% sampai 3% karena inflasi telah bergerak naik untuk memenuhi target 2% The Fed.

Sedangkan Presiden Fed San Francisco John Williams, seorang anggota pemilih (voting member) FOMC, mengatakan baru-baru ini tiga kenaikan suku bunga tetap sesuai untuk tahun 2018 di tengah harapan bahwa rencana reformasi pajak Presiden Donald Trump akan memberi dorongan ekonomi.

Namun demikian pergerakan naik dolar AS agak dibatasi oleh penguatan yen setelah Bank of Japan (BoJ) mengurangi pembelian obligasi pemerintahnya jangka panjang (long-dated government bonds), meningkatkan harapan bahwa bank sentral tersebut dapat mengurangi langkah-langkah kebijakan moneter akomodatif yang besar pada tahun ini.

Data MetaTrader menunjukkan pada hari Selasa USD/JPY berakhir turun 0,40% menjadi ¥112,63 setelah sempat berada di ¥112,35, level terendah sejak 3 Januari.

Sementara itu pound sterling mengalami tekanan setelah keputusan Perdana Menteri Theresa May untuk merombak kabinetnya. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka memperkirakan perombakan kabinet tersebut akan memperkuat kepemimpinan PM May tapi para oposan melihat hal tersebut terjadi di tengah serangkaian pengunduran diri.

GBP/USD berakhir turun 0,21% di $1,3540 setelah turun ke $1,3505, level terendah sejak 3 Januari.

Sedangkan EUR/USD ditutup turun 0,35% di $1,1937 sementara USD/CAD menutup sesi Selasa 0,35% lebih tinggi, di $1,2461, karena pasar mengabaikan spekulasi bahwa Bank of Canada (BoC) dapat menaikkan suku bunga acuannya di minggu depan.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Business Insider

Share This

Berita Forex Lainnya

June 22, 2018

Uni Eropa Berlakukan Kebijakan Tarif, Dolar AS Bisa Menguat Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meraih kembali…
June 21, 2018

Dolar AS Masih Ingin Menguat, Tunggu BoE Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 20, 2018

Dolar AS Terus Bertahan Membaik Berkat Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…