ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Menurut Morgan Stanley, para investor harus berhati-hati di tahun depan karena potensi penurunan ekonomi di AS dan China, bersamaan dengan meningkatnya inflasi global dan kebijakan moneter yang ketat, yang dapat membuat tahun 2018 menjadi “tricky”.

Andrew Sheets, ahli strategi lintas aset di Morgan Stanley, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Minggu bahwa dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan moderat karena ekonomi bergerak lebih dalam pada putaran berikutnya dari siklus ekonomi saat ini. Untuk China, Sheets memperkirakan ekonomi akan melambat di tengah ketidakpastian kebijakan pemerintah.

Perekonomian AS dan China telah tumbuh dengan kecepatan yang kuat di tahun 2017. Di AS, produk domestik bruto (PDB) tahunan telah tumbuh minimal 3 persen di masing-masing dua kuartal terakhir. Di China, pertumbuhan PDB tetap di atas 6,5 persen tahun ini.

Untuk tahun 2018, Morgan Stanley memperkirakan PDB AS tumbuh sebesar 2,5 persen, sedikit di atas perkiraan 2,3 persen untuk tahun 2017, dan PDB China tumbuh sebesar 6,5 persen, di bawah perkiraan China untuk tahun 2017 sebesar 6,8 persen.

Sheets mengatakan bahwa pasar negara berkembang termasuk China penting dalam perjalanan ekonomi global dan sejauh ini pertumbuhan pasar tersebut meningkat dari 4,7% tahun ini menjadi 5,0% pada tahun 2018, dipimpin oleh Brazil dan India.

Inflasi inti di AS, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi dari keseluruhan pengukuran inflasi, diperkirakan akan meningkat pada tahun depan, menurut Sheets. Sementara itu, secara keseluruhan inflasi di China diperkirakan akan meningkat menjadi 2,6 persen pada kuartal keempat 2018 dari 2 persen pada kuartal ini.

Sedangkan kebijakan moneter diperkirakan akan semakin ketat di seluruh dunia pada tahun depan. Federal Reserve telah memperkirakan tiga kenaikan suku bunga pada tahun depan dan European Central Bank (ECB) kemungkinan akan memulai kembali program pembelian asetnya. Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan akan menyempurnakan kebijakan pengendalian kurva imbal hasil (yield curve control/YCC).

“Kami mencatat bahwa semua ini akan terjadi pada saat pasar, yang sebenarnya jarang sekali, sangat yakin tentang perkiraan prospek kebijakan,” kata Sheets.

Bank-bank sentral akan lebih dipaksa untuk terus melakukan komunikasi mengenai keputusan kebijakan moneter mereka kepada para pelaku pasar keuangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah krisis keuangan.

Sheets merekomendasikan agar para investor mempersiapkan diri untuk potensi tersebut dengan menjual obligasi korporasi AS dan membeli obligasi Eropa, yang lebih baik dalam kualitas dan memiliki volatilitas yang rendah.

Dia juga merekomendasikan agar para investor tetap berinvestasi di ekuitas global sampai kuartal pertama 2018, ketika titik keluar (level untuk melepas saham) yang lebih baik dapat hadir dengan sendirinya. Menurutnya, kondisi masih mendukung saham dalam jangka pendek.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: Big Think

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

January 17, 2018

Berhasil Menghalau Tekanan di Asia, Dolar AS Berusaha Jaga Stabilitas di Pasar Eropa

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Dolar AS berhasil memukul mundur tekanan dari para rival utamanya pagi tadi. Sore ini menjelang rilis data penggunaan kapasitas dan industri AS, greenback tampak berusaha terus menguat karena rally euro mulai…
January 17, 2018

Yen dan Dolar Australia Hadapi Tekanan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memberikan tekanan dari mata uang utama Asia khususnya kepada yen, dengan posisi investor yang khawatir bank…
January 17, 2018

Kenapa Dolar AS Harus Melemah Terus?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Mulai 2018 ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami pelemahan yang terus berkelanjutan, akan tetapi mata uang AS ini akan melemah lebih besar jika bukan karena statusnya sebagai mata uang cadangan bank…
January 17, 2018

Kecemasan Para Pembuat Kebijakan Moneter Bikin Dolar Selandia Baru Dibayangi Tekanan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Meskipun di Rabu pagi ini dolar Selandia Baru sedikit menguat terhadap dolar AS, mata uang yang juga disebut kiwi tersebut tetap dibayangi tekanan karena para pembuat kebijakan Jepang dan Eropa semakin khawatir…
January 17, 2018

Dolar AS Masih Berjuang Menahan Tekanan di Rabu Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Dolar AS masih berada di posisi defensif, melemah tipis terhadap yen di Asia pada hari Rabu ini dan semakin melemah terhadap euro setelah ada komentar dari bankir utama Eropa yang cenderung hawkish. USD/JPY…