ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2017 – Dolar AS tampak stabil terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Rabu karena kekhawatiran mengenai kemungkinan penghentian atau penutupan pemerintah AS mengimbangi optimisme mengenai kemajuan reformasi pajak.

Menjelang rilis data ketenagakerjaan dari pihak swasta, ADP Inc., Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, berada di 93,34 setelah turun ke level terendah di 93,13.

Para investor tetap bersiap menjelang batas waktu Jumat untuk menghindari penutupan pemerintah AS dengan dana pemerintah federal yang akan habis jika para anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan anggaran.

Namun dolar AS tetap didukung oleh optimisme bahwa Kongres AS akan segera meloloskan undang-undang perpajakan yang diyakini akan memberi ekonomi AS sebuah dorongan fiskal.

Ekspektasi untuk suku bunga yang lebih tinggi juga mendukung permintaan terhadap dolar AS, dengan para investor memperkirakan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan mendatang pada 12-13 Desember.

Euro melemah terhadap dolar AS, dengan EUR/USD merayap turun ke $1,1817.

Dolar AS pun melemah terhadap safe haven yen, dengan USD/JPY meluncur 0,36% menjadi ¥112,20. Permintaan yen didukung oleh meningkatnya risiko geopolitik dengan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel pada hari Rabu.

Pound Inggris lebih rendah, dengan GBP/USD turun 0,26% pada $1,3408 setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May gagal mencapai kesepakatan untuk membuka pembicaraan mengenai perdagangan pasca-Brexit dengan Uni Eropa.

Pound juga terpukul oleh laporan semalam dari sebuah rencana teroris yang gagal untuk membunuh PM May.

Di tempat lain, dolar Australia melemah dengan AUD/USD turun 0,32% menjadi $0,7584 namun relatif dekat dengan titik terendah lima bulan $0,7531 yang disentuh pada 21 November.

Data pada hari Rabu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Australia melambat menjadi 0,6% pada kuartal ketiga dari 0,9% pada kuartal sebelumnya dan kurang dari perkiraan 0,7%. Belanja konsumen yang lemah juga membayangi prospek pertumbuhan, menurut laporan tersebut.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing        

Sumber gambar: Investing

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…