ForexSignal88.com l Jakarta, 05/12/2017 – Hubungan antara pemotongan pajak dan sektor eksternal ekonomi AS adalah sederhana di mana pengurangan kewajiban pajak penghasilan di AS dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga AS dan mendorong konsumsi pribadi, naiknya investasi perumahan dan secara tidak langsung meningkatkan belanja modal usaha, di mana segmen-segmen ini mewakili 85% laju PDB AS.

Semua peningkatan daya beli baru tersebut dapat menyebabkan meningkatnya permintaan impor ke AS, sementara pasar domestik yang meluas menurunkan tekanan pada bisnis untuk menjual barang dan jasa mereka ke luar AS. Hasilnya adalah defisit neraca perdagangan AS akan melebar. Itulah kemungkinan skenario yang dapat dihasilkan dari pemotongan pajak yang dikirim Senat di akhir pekan lalu.

Dan hal ini tentu seseorang akan mudah membayangkan bahwa eksportir dari China, Jepang dan Jerman di AS sangatlah menantikan peningkatan pesanannya dari pelanggan di AS tersebut. Seperti kita ketahui dalam 9 bulan pertama 2017 ini, surplus perdagangan ketiga negara ini dengan AS telah mencapai $372 miliar dan angka tersebut hampir 2/3 dari total defisit perdagangan AS, atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama di 2016.

Angka perdagangan AS akan terus memburuk hingga sisa akhir tahun ini di mana diperkirakan hingga akhir tahun ini yang telah ditinjau ekonom dunia bahwa akan terjadi kenaikan defisit sekitar 6%.

Pemotongan pajak ini menurut beberapa ekonom dirasa tepat dan kurang tepat. Dikatakan tepat karena dapat mendorong belanja konsumsi dan peningkatan kinerja industri dalam negeri AS. Namun dikatakan kurang tepat di mana paket stimulus fiskal ini diselenggarakan ketika laju pertumbuhan ekonomi AS sedang jauh diatas angka 1,5%. Menurut para ekonom dunia bahwa sisi efektif stimulus fiskal seperti reformasi pajak tersebut akan optimal hasilnya ketika PDB-nya di bawah 1,5%, sedangkan PDB AS sedang berada di atas angka 3%.

Ironisnya adalah pemotongan pajak ini tampaknya merupakan bom waktu yang akan meledak jelang pemilihan anggota Kongres AS pada November 2018, dan apakah partai Republik masih bisa meraup suara besar dan meminang banyak pemilih karena reformasi pajak tersebut. Sisi politik memang akan berubah drastis ketika suara mayoritas akan berubah komposisinya.

Namun setidaknya pemotongan pajak AS ini akan memaksa bank sentralnya untuk lebih fleksibel terhadap suku bunganya, karena defisit anggaran akan membengkak sehingga AS butuh membuat surat hutang yang lebih banyak. Dengan pergerakan suku bunga yang lebih besar, tentu akan semakin mudah bagi AS mendapatkan pemasukannya.

Sumber berita: Reuters, ForexSignal88, CNBC, BBC, Guardian

Sumber gambar: WSJ

Share This

Berita Forex Lainnya

September 20, 2018

Dolar AS Tertahan Oleh Aksi Likuiditas Bank Sentral Dunia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah sejenak terkait dengan rencana aksi likuiditas bank…
September 19, 2018

Dolar AS Menekan Jelang Bank Sentral Jepang Umumkan Kebijakan Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman kebijakan…
September 18, 2018

Dolar AS Menekan Pasca Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman tarif baru…
September 17, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Jelang Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan rencana pengumuman…
September 14, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Inflasi Yang Rendah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan rendahnya inflasi…