ForexSignal88.com l Jakarta, 05/12/2017 – Dolar AS bertahan pada kenaikan moderat terhadap para rivalnya pada hari Selasa pagi, dengan tingkat penguatan pada minggu ini mulai melambat saat pasar menantikan episode berikutnya dari drama reformasi pajak AS.

Dolar AS berada di zona ¥112,50 pada Selasa pagi setelah kemarin ditutup di ¥112,39. Greenback telah naik ke level tertinggi dua setengah minggu di ¥113,07 pada hari sebelumnya, didorong oleh persetujuan Senate AS atas rancangan undang-undang pajak AS di akhir pekan lalu.

Tapi dolar AS tidak mampu untuk terus bertahan di atas ambang batas ¥113,00. Senate sekarang harus mengompromikan dan menyelaraskan rancangan undang-undang versinya dengan rancangan undang-undang yang disahkan oleh House, sebuah proses yang dapat menghadapi hambatan dan guncangan.

"Sebagian besar antusiasme untuk RUU pajak yang diloloskan Senate telah diperhitungkan saat Senator Republik John McCain memberikan pengesahannya pekan lalu," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, yang menjelaskan mengapa dolar AS mulai kehilangan momentum.

"Negosiasi yang akan datang mengenai RUU antara Senate dan House kemungkinan akan menentukan arah dolar AS minggu ini," jelas Kadota.

Sementara itu euro stabil di $1,1867 setelah turun 0,3 persen semalam.

Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama sedikit berubah pada 93,113 setelah naik sekitar 0,3 persen hari sebelumnya.

Pound sterling sedikit berubah pada $1,3474 setelah ayunan besar terjadi di hari sebelumnya. Sterling pada awalnya melonjak menjadi $1,3538 pada hari Senin karena harapan bahwa pembicaraan perpisahan antara Inggris dan Uni Eropa akan membuat kemajuan. Namun kemudian sterling merosot menjadi $1,3415 setelah Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Perdana Menteri Inggris Theresa May gagal mencapai kesepakatan.

Dolar Australia menyentuh 0,1 persen menjadi $0,7603. Aussie menunggu keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) hari ini. Para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan RBA akan mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor terendah 1,5 persen.

Dolar Selandia Baru naik 0,1 persen menjadi $0,6866 setelah turun 0,4 persen pada hari Senin.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Daily Express

Share This

Berita Forex Lainnya

October 17, 2018

Dolar AS Tertahan Penguatan Kuat Bursa Saham Dunia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih tertahan disaat pasar melihat pergerakan kuat bursa saham dunia.…
October 16, 2018

Dolar AS Masih Tertahan, Hasil Brexit Masih Ditunggu

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.…
October 15, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Buruknya, Nantikan Hasil Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.…
October 12, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Terkoreksinya Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar saham dunia jatuh. Seperti kita ketahui…
October 11, 2018

Dolar AS Terus Melemah Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah pasca Presiden Trump berkomentar. Seperti kita…