ForexSignal88.com l Jakarta, 30/11/2017 – Memasuki sesi perdagangan Eropa dolar AS mulai kembali menunjukkan kekuatannya dengan Indeks Dolar AS bergerak naik ke 93,28 saat berita ini ditulis.

Terhadap euro, dolar AS menguat sehingga EUR/USD turun dari 1,1876 ke 1,1841. Dolar AS juga menekan yen sehingga USD/JPY terus menanjak ke 112,41, level tertinggi 22 November.

Greenback juga berbalik menekan aussie dengan AUD/USD turun 0,7590 ke 0,7565 setelah pagi tadi pasangan mata uang tersebut sempat terdongkrak oleh data manufaktur China yang meningkat.

Namun dolar AS belum mampu untuk membendung rally pound sterling. Level tertinggi GBP/USD kini berada di 1,3480, level tertinggi sejak 26 September, setelah mata uang UK tersebut terdorong oleh optimisme terkait kelanjutan negosiasi Brexit setelah pihak UK dikabarkan bersedia untuk membayar kompensasi hengkangnya negara tersebut dari serikat politik dan ekonomi UE.

Pada hari Rabu, obligasi pemerintah UK 10-tahun mengalami penurunan terbesar sejak Juni setelah laporan media mengatakan bahwa UK bersedia membayar sekitar 50 miliar euro ($59,25 miliar) untuk membatalkan pemblokiran pembicaraan Brexit dengan Uni Eropa.

Namun progres reformasi undang-undang perpajakan AS membayang-bayangi dampak data ekonomi kemarin yang positif bagi dolar AS.

Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan semula di kuartal ketiga, data menunjukkan pada hari Rabu, mencatat kenaikan tercepat dalam tiga tahun, karena kenaikan investasi bisnis pada persediaan dan peralatan mengimbangi moderasi dalam belanja konsumen.

PDB kuartal ketiga direvisi naik indeks keyakinan konsumen pada hari sebelumnya menanjak cepat ke level tertinggi 17 tahun.

Jadi pasar masih tetap menunggu kelanjutan drama reformasi perpajakan AS. Apabila semua berjalan lancar, dolar AS dapat memperoleh dukungan lebih lanjut meskipun tetap ada kekhawatiran pada seberapa besar pemangkasan pajak tersebut dapat mempengaruhi anggaran federal dan dari mana pemerintah AS akan menutupnya.

Malam ini ada tiga data penting dari AS yang akan ditunggu pasar, terutama Core PCE yang menjadi data favorit Federal Reserve. Data klaim pengangguran dan Chicago PMI pun tak akan luput dari sorotan mata para pelaku pasar.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Livemint

Share This

Berita Forex Lainnya

September 20, 2018

Dolar AS Tertahan Oleh Aksi Likuiditas Bank Sentral Dunia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah sejenak terkait dengan rencana aksi likuiditas bank…
September 19, 2018

Dolar AS Menekan Jelang Bank Sentral Jepang Umumkan Kebijakan Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman kebijakan…
September 18, 2018

Dolar AS Menekan Pasca Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman tarif baru…
September 17, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Jelang Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan rencana pengumuman…
September 14, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Inflasi Yang Rendah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan rendahnya inflasi…