ForexSignal88.com l Jakarta, 29/11/2017 – Menurut penelitian dari dua ekonom Morgan Stanley, kemungkinan Inggris akan menggelar pemilihan umum baru pada 2018 karena pemerintah Theresa May menjadi semakin terpecah.

Jacob Nell dan Melanie Baker, tim ekonomi Inggris dari bank asal AS tersebut, menulis dalam Prospek Ekonomi Eropa bahwa Partai Konservatif tercabik-cabik. Mereka yakin ketidakharmonisan ini pada akhirnya akan menyebabkan “kematian” pemerintah yang terlalu cepat.

“Dengan pemerintah minoritas yang terpecah di Eropa dan menghadapi pilihan yang memecah belah antara mengambil kendali kembali dan mempertahankan hubungan dekat, kami melihat pemilihan awal (snap election) yang lain mungkin terjadi,” tulis tim tersebut.

Dengan posisi mayoritas parlemen yang ramping yang dimiliki Perdana Menteri Theresa May saat ini maka hanya diperlukan segelintir Brexiteers garis keras yang perlu memberontak terhadapnya atas masalah Brexit yang dapat menyebabkan kehancuran pemerintah.

Posisinya pun semakin melemah dalam beberapa pekan terakhir setelah pengunduran diri tokoh-tokoh kunci termasuk Menteri Pertahanan Michael Fallon dan Menteri Pembangunan Internasional Priti Patel.

Argumen Morgan Stanley mengikuti pandangan yang serupa dengan yang dibuatnya pada bulan September, ketika Nell dan Baker mengatakan bahwa pemerintah akan runtuh pada 2018.

Saat itu, argumen dasar Morgan Stanley untuk menyatakan bahwa pemerintahan May akan runtuh pada 2018 adalah bahwa May hanya akan dapat memuaskan sayap moderat dan yang lebih radikal juga masyarakat umum sampai akhir 2017, tapi tidak untuk waktu yang lama lagi.

Pembicaraan Brexit masih gagal untuk membuat kemajuan nyata, dengan isu-isu kunci seperti perbatasan Irlandia dan hak warga negara UE masih perlu diselesaikan menjelang pertemuan Dewan Eropa bulan depan. Pertemuan itu sangat penting dalam perjalanan negosiasi Brexit, karena saat itulah akan diputuskan apakah kemajuan yang cukup telah dicapai untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Jika kemajuan yang cukup dianggap belum tercapai, maka secara efektif akan memperpendek periode negosiasi UK-UE, memperkecil peluang diraihnya kesepakatan Brexit.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: CME Group

Share This

Berita Forex Lainnya

October 17, 2018

Dolar AS Tertahan Penguatan Kuat Bursa Saham Dunia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih tertahan disaat pasar melihat pergerakan kuat bursa saham dunia.…
October 16, 2018

Dolar AS Masih Tertahan, Hasil Brexit Masih Ditunggu

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.…
October 15, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Buruknya, Nantikan Hasil Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.…
October 12, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Terkoreksinya Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar saham dunia jatuh. Seperti kita ketahui…
October 11, 2018

Dolar AS Terus Melemah Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah pasca Presiden Trump berkomentar. Seperti kita…