ForexSignal88.com l Jakarta, 29/11/2017 – Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD menyatakan bahwa kenaikan hutang rumah tangga Inggris dan kenaikan gaji menjadi resiko stablilitas keuangan yang paling utama di Inggris karena pertumbuhannya melambat sebagai dampak dari konsekuensi Brexit.

Peringatan ini muncul dari lembaga yang berbasis di Paris ini karena ketidakpastian Brexit akan mengakibatkan Inggris akan kehilangan kemajuan dalam persaingan pertumbuhan global di tahun depan. Diperkirakan oleh OECD bahwa laju PDB Inggris merupakan laju terlambat di antara negara-negara G7, dimana laju PDB Inggris akan turun dari 1,5% menjadi 1,2% di 2018 dan 1,1% di tahun 2019. Padahal dalam laporannya, OECD menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global rata-rata tahun ini akan mencapai 3,6% atau naik dari perkiraan sebelumnya 3,5%. Dan untuk tahun depan akan tumbuh rata-rata 3,7%.

OECD memperingatkan bahwa pinjaman pribadi seperti kartu kredit, mempunyai resiko lebih besar terhadap kondisi gagal bayar dibandingkan pembayaran hipotek jika kondisi ekonomi menurun, karena memerlukan kondisi keterjangkauan atau keterjaminan yang lebih ketat terhadap likuiditas perbankan agar sektor tersebut tidak dalam kondisi gagal bayar.

Tetapi Bank of England dalam laporan stress-test perbankannya semalam menyatakan bahwa kondisi perbankan Inggris masih akan bertahan dari konsekuensi ekonomi Brexit yang tidak menentu di masa mendatang.

Pernyataan OECD ini sebtulnya berdasarkan penilaiannya ketika evaluasi terhadap ekonomi global, bahwa telah ditemukan kondisi ekonomi Inggris yang sedang kritis, dimana penciptaan lapangan kerja di Inggris telah alami kehilangan momentumnya, sementara belanja konsumen akan tetap terjaga meskipun inflasinya lebih tinggi, didorong oleh turunnya nilai mata uangnya atau depresiasi yang terjadi pasca Brexit, namun daya beli rumah tangga nyatanya tertahan pertumbuhannya.

Kondisi depresiasi pound seharusnya membantu meningkat ekspor Inggris tetapi ternyata tidak dan seharusnya menahan laju impor di masa mendatang karena konsumsi swasta di Inggris akhirnya juga turun. Proses Brexit sendiri memberi dampak pengeluaran pribadi rumah tangga Inggris telah dikekang sehingga beberapa pekan ini muncul wacana bahwa sebaiknya pemerintah tidak melakukan Brexit, sebuah wujud keputusasaan mereka ketika perundingan Brexit belum ada solusinya karena mereka menginginkan pertumbuhan ekonomi yang terang benderang, imbuh OECD.

Prospek suram ekonomi Inggris sendiri juga diungkap Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond minggu lalu bahwa anggaran keuangan pemerintah Inggris untuk tahun depan sebetulnya akan memperburuk laju PDB Inggris kedalam kondisi ekonomi tersuram sejak Partai Konservatif berkuasa di 2010.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Bloomberg, CNBC,

Sumber Gambar: BBC

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…
December 13, 2018

BREXIT : Situasi Semakin TIDAK KONDUSIF, PM Inggris Theresa May ke Berlin Minta Bantuan Angela Merkel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu…
December 12, 2018

Pasar Keuangan Mulai Bertaruh Adanya 'PEMANGKASAN FED RATE

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Pasar keuangan mulai meragukan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve alias Fed Fund Rate tahun depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk…