ForexSignal88.com l Jakarta, 29/11/2017 – Tahun depan menurut Morgan Stanley merupakan tahun yang sulit bagi potensi pertumbuhan ekonomi dunia termasuk di AS dan China bersamaan dengan meningkatnya inflasi global disertai dengan pengetatan kebijakan moneternya.

Menurut ahli strategi aset Morgan Stanley, Andrew Sheets bahwa dalam catatannya diperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan moderat di kemudian hari karena pergerakan ekonomi bergerak lebih cepat tumbuhnya di dalam putaran berikutnya dari siklus ekonomi saat ini. Sedangkan di China menurut Sheets bahwa perekonomiannya akan bergerak melunak akibat dari ketidakpastian kebijakannya. Perekonomian AS dan China di tahun ini telah tumbuh dengan kecepatan yang kuat.

Laju PDB tahunan telah tumbuh minimal 3% di dalam 2 kuartal terakhir, sedangkan di China laju PDBnya diatas 6,5% di tahun ini. Untuk tahun depan, Morgan Stanley memperkirakan laju PDB AS akan tumbuh sekitar 2,5%, sedikit di atas perkiraan sebelumnya 2,3%. Sedangkan laju PDB China diperkirakan akan tumbuh 6,5% di tahun depan atau sedikit di bawah perkiraan sebelumnya sebesar 6,8%.

Sheets menyatakan bahwa pasar negara berkembang atau emerging market atau EM sangatlah penting perannya bagi penyokong pertumbuhan ekonomi global. Pasar EM termasuk juga China, mempunyai pertumbuhan ekonomi rata-rata tahun ini meningkat dari 4,7% menjadi 5% di tahun depan, dimana peran penting akan dibawa oleh Brasil dan India.

Ekonomi Brasil diperkirakan akan tumbuh 2,2% di tahun depan dimana menurut FacSet, ekonomi Brasil mengalami kerontokan ekonomi di tahun 2016 dengan angka kontraksi atau minus 3,6% untuk laju pertumbuhannya. Tahun ini, diperkirakan laju PDB Brasil sekitar 0,7%. Namun ekonomi India capai titik terendah pertumbuhannya dalam 3 tahun di Juni lalu yang mencapai 5,7%. Laju PDB India telah kontraksi sejak awal 2016. Namun Sheets menyatakan bahwa dirinya tetap optimis dengan tumbuhnya ekonomi global, asalkan kondisi Brasil dan India tidak tertinggal lagi, dengan kondisi yang berat di tengah inflasi inti dunia yang meningkat dan kebijakan yang akomodatif mulai berkurang.

Inflasi inti yang mengeluarkan perhitungan biaya makanan dan energi, diperkirakan akan meningkat tahun depan di AS, demikian ungkap Sheets. Sedangkan inflasi di China sementara diperkirakan akan naik menjadi 2,6% di kuartal 4 2018, atau naik dari 2% di kuartal ini.

Sheets melihat pula kebijakan moneter tahun depan akan semakin ketat, alias suku bunga makin meninggi. The Fed diperkirakan akan naik 3 kali di tahun depan, bank sentral Eropa, ECB akan mulai mengoleksi kembali aset-asetnya, Jepang atau BoJ juga diharapkan menyempurnakan kebijakan pengendalian kurva imbal hasilnya, alias mulai naikkan suku bunga juga.

Sekarang ini menurut Sheets bahwa bank-bank sentral rentan untuk mengambil keputusan moneternya takut atau trauma dengan kejadian krisis 2008-2009 lalu. Rekomendasi Sheets bahwa investor sebaiknya mulai bersiap menjual obligasi korporasi AS dan mulai mengoleksi obligasi Eropa yang lebih baik dalam segi kualitas dan memiliki volatilitas yang rendah. Selain itu Sheets merekomendasikan investor untuk tetap di ekuitas global atau pasar saham hingga kuartal pertama 2018 dan menantikan titik keluar dengan otomatis akan muncul nantinya.

Sumber berita: Reuters, ForexSignal88, CNBC, BBC, Guardian

Sumber gambar: Foreign Policy

Share This

Berita Forex Lainnya

December 15, 2017

Ketidakpastian Reformasi Pajak Muncul Kembali, Dolar AS Mulai Tertekan Lagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Dolar AS mulai menghadapi tekanan lagi dari mata uang utama lainnya pada hari Jumat di awal sesi Eropa, di tengah kekhawatiran yang kembali mencuat ke permukaan mengenai terkait reformasi pajak AS dan karena…
December 15, 2017

KTT Uni Eropa Hari Ini Akan Setujui Tahap Negosiasi Brexit Selanjutnya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Para pemimpin Uni Eropa (UE) diharapkan untuk membuka tahap negosiasi Brexit berikutnya pada sebuah pertemuan puncak yang digelar pada hari ini setelah memuji usulan perpisahan yang diajukan Perdana Menteri UK Theresa…
December 15, 2017

UBS: Penguatan Euro Bakal Tahan Pertumbuhan Zona Euro di 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Pertumbuhan yang cukup memukau terlihat di zona euro, telah mencapai 2,5% sepanjang tahun ini, dan diperkirakan akan mengakhiri tahun ini di 2,3%, demikian menurut analis dari bank asal Swiss, UBS. Tapi menurut UBS,…
December 15, 2017

Survei Tankan Beri Dukungan ke Yen, Dolar Australia Konsolidasi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit mengalami tekanan dari mata uang utama Asia dimana beberapa data ekonomi Asia seperti survei tankan Bank of…
December 15, 2017

Penjualan Eceran Inggris Naik Berkat Black Friday

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Penjualan eceran atau retail sales Inggris di November lalu mengalami kenaikan 1,6% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu berkat penjualan liburan Black Friday awal bulan lalu. Kantor Statistik…