ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2017 – Pada hari Kamis, pasar Eropa yang baru bereaksi terhadap FOMC meeting minutes yang dirilis pada Kamis dini hari, bereaksi negatif terhadap dolar AS. Greenback kembali terpukul di tengah volume perdagangan yang tipis dan pasar AS yang ditutup untuk perayaan hari Thanksgiving.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan- tertimbang enam mata uang utama, berakhir turun 0,1% menjadi 93,03 setelah sempat berada di 92,99.

Dolar AS tetap di alur pelemahan setelah risalah dari pertemuan November Federal Reserve yang memperlihatkan bahwa para pejabat bank sentral itu khawatir bahwa inflasi akan tetap di bawah target 2% lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Sentimen tersebut digaungkan oleh Ketua Fed Janet Yellen dalam sebuah pidato di awal minggu ini, saat dia mengatakan bahwa dia tidak yakin dengan inflasi.

Pernyataan sang ketua yang sebentar lagi akan lengser tersebut membebani dolar AS karena para investor pun segera menurunkan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun 2018. Namun pasar tetap yakin suku bunga The Fed akan tetap naik pada bulan Desember.

Dolar AS berada di posisi terendah dua bulan terhadap yen, dengan USD/JPY berakhir naik tipis 0,01% menjadi 111,20 setelah turun ke level 111,05 semalam.

Sementara itu euro menguat, dengan EUR/USD naik 0,50% dengan level penutupan di $1,1850. Penguatan euro dipicu oleh sebuah data pada hari Kamis yang menunjukkan bahwa output sektor swasta zona euro naik pada laju tercepat dalam enam setengah tahun di bulan November.

Dalam sebuah laporan terpisah, risalah rapat Bank Sentral Eropa (ECB) pada bulan Oktober menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan menyetujui sebuah keputusan untuk memperpanjang durasi program pembelian asetnya, namun hasilnya tidak bulat dalam menjaga skema tersebut tetap terbuka.

Sementara itu, sterling sedikit tertekan oleh dolar AS, dengan GBP/USD ditutup turun 0,12% di $1,3310.

Hari ini masih ada dua data yang berpotensi menggairahkan bursa forex yaitu German Ifo Business Climate yang diperkirakan turun dari 116,7 ke 116,6 dan data U.S. Flash Manufacturing and Services PMI yang diperkirakan naik.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing

Sumber gambar: Zero Hedge

Share This

Berita Forex Lainnya

July 13, 2018

Dolar AS Terus Desak Mata Uang Utama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan dan ingin melanjutkan sisi penguatannya lagi. Seperti kita ketahui bahwa di…
July 16, 2018

Dominasi Dolar AS Belum Berakhir

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan dan ingin meraih lagi sisi penguatannya. Seperti kita ketahui bahwa di…
July 16, 2018

Apa yang membuat mata uang crypto menjadi investasi yang lebih baik dari saham dengan teknologi tinggi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/07/2018 – Selama bertahun-tahun, orang berinvestasi di pasar saham karena berpikir bahwa saham adalah aset yang paling menguntungkan. Namun munculnya mata uang crypto memulai sebuah era investasi baru. Ini memiliki potensi…
July 12, 2018

Pasca Menguat Tajam, Dolar AS Bergerak Ringan Terlebih Dahulu

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan pasca penguatannya yang panjang semalam. Seperti kita ketahui bahwa di…
July 11, 2018

Perang Dagang Munculkan Safe Haven Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih melanjutkan sisi…