ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2017 – Pada hari Rabu, dolar Selandia Baru meneruskan rebound yang dimulai pada hari Selasa, meningkat ke tingkat tertinggi dalam hampir satu minggu terhadap dolar AS setelah catatan dari pertemuan kebijakan Federal Reserve terakhir menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus rendah, menggema pandangan Ketua Fed Janet Yellen bahwa harga yang lemah mungkin tidak bersifat sementara.

Notulen rapat The Fed dirilis beberapa jam setelah data ekonomi AS menunjukkan bahwa pesanan barang tahan lama tiba-tiba turun 1,2 persen pada bulan Oktober. Sementara sebagian para pembuat kebijakan The Fed memperkirakan tingkat suku bunga harus segera dinaikkan, beberapa dari mereka ingin melihat lebih banyak data sebagai konfirmasi inflasi yang meningkat dan dua dari mereka khawatir terhadap inflasi yang lemah.

Dalam sebuah pidato kemarin, Yellen mengatakan sementara inflasi akan pulih, dia sangat tidak yakin dengan hal ini.

“Rekan-rekan saya dan saya tidak yakin bahwa ini bersifat sementara, dan kami memantau inflasi dengan sangat ketat," ujar Yellen.

Sejauh ini para pelaku pasar sepenuhnya yakin pada kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada tanggal 13 Desember.

Mark Johnson, dealer senior di OMF, menjelaskan bahwa kiwi bangkit dalam menghadapi tekanan lebih lanjut karena melemahnya dolar AS.

Menurut Johnson, Yellen menabur benih itu kemarin saat dia memperkirakan akan terjadi rebound harga namun jika harga tetap rendah, semua akan berakhir dalam situasi di mana inflasi AS yang lemah bergerak dari titik terendah sementara ke titik terendah permanen.

Namun Johnson juga mengingatkan bahwa dengan Yellen yang sebentar lagi akan lengser dari jabatannya, komentarnya mungkin tidak membawa banyak bobot. Johnson melihat kiwi akan mengalami hambatan jika mencapai 69,30 sen AS dalam waktu dekat dan akan mendapat support jika turun menjadi 68 sen.

Namun di Kamis pagi ini, dolar Selandia Baru kembali mengalami sedikit tekanan setelah data penjualan eceran negara tersebut melemah tajam dari 1,8% ke 0,2% sementara perkiraan para ekonom adalah 0,4%. NZD/USD turun tipis dari $0,6884 ke $0,6867 setelah data tersebut dirilis.

Sumber berita: ForexSignal88, NZ Herald, TVNZ

Sumber gambar: Lewishowes.com

Share This

Berita Forex Lainnya

December 15, 2017

Ketidakpastian Reformasi Pajak Muncul Kembali, Dolar AS Mulai Tertekan Lagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Dolar AS mulai menghadapi tekanan lagi dari mata uang utama lainnya pada hari Jumat di awal sesi Eropa, di tengah kekhawatiran yang kembali mencuat ke permukaan mengenai terkait reformasi pajak AS dan karena…
December 15, 2017

KTT Uni Eropa Hari Ini Akan Setujui Tahap Negosiasi Brexit Selanjutnya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Para pemimpin Uni Eropa (UE) diharapkan untuk membuka tahap negosiasi Brexit berikutnya pada sebuah pertemuan puncak yang digelar pada hari ini setelah memuji usulan perpisahan yang diajukan Perdana Menteri UK Theresa…
December 15, 2017

UBS: Penguatan Euro Bakal Tahan Pertumbuhan Zona Euro di 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Pertumbuhan yang cukup memukau terlihat di zona euro, telah mencapai 2,5% sepanjang tahun ini, dan diperkirakan akan mengakhiri tahun ini di 2,3%, demikian menurut analis dari bank asal Swiss, UBS. Tapi menurut UBS,…
December 15, 2017

Survei Tankan Beri Dukungan ke Yen, Dolar Australia Konsolidasi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit mengalami tekanan dari mata uang utama Asia dimana beberapa data ekonomi Asia seperti survei tankan Bank of…
December 15, 2017

Penjualan Eceran Inggris Naik Berkat Black Friday

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2017 – Penjualan eceran atau retail sales Inggris di November lalu mengalami kenaikan 1,6% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu berkat penjualan liburan Black Friday awal bulan lalu. Kantor Statistik…