ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2017 – Pada akhir sesi perdagangan Selasa, dolar Kanada hanya menguat sangat tipis sebesar 0,02 persen terhadap mata uang AS yang kemarin berada di bawah tekanan rival-rival utamanya. Saat itu dolar Kanada juga sempat menguat terhadap greenback namun penurunan tajam harga minyak akhirnya membebani kinerja mata uang Kanada, salah satu eksportir minyak mentah utama.

Data yang diterima tim FS88 dari MetaTrader menunjukkan harga minyak AS turun lebih dari 3 persen, hari ketiga penurunannya, karena tanda-tanda kenaikan pasokan minyak AS dan prospek permintaan global yang suram yang membebani harga komoditas tersebut.

Ambruknya harga minyak mentah tersebut menghapus keuntungan yang diraih loonie dari pelemahan greenback setelah data Jerman yang kuat mendorong euro ke level tertinggi dalam dua setengah minggu.

Mark McCormick, kepala strategi FX Amerika Serikat di TD Securities, yang merekomendasikan posisi trading ke para kliennya untuk mata uang Kanada dengan pandangan loonie akan menguat ke $1,2380, menjelaskan bahwa kini pasar berada pada titik balik dimana momentum data ekonomi AS biasanya mulai melambat dan momentum di Kanada akan mulai meningkat.

Jika dilihat dari persentase kejatuhan harga minyak dan tidak berubahnya dolar Kanada ekmarin, tampaknya pandangan para ekonom dan analis pasar bahwa kini dolar Kanada sulit untuk memiliki hubungan erat dengan harga minyak bahkan di saat prospek suku bunga bank sentral Kanada semakin berkabut, ada benarnya. Menurut mereka alasannya adalah perdagangan minyak mentah saat ini jauh dari tingkat yang diperlukan untuk mempengaruhi investasi di sektor energi Kanada.

Sementara itu para spekulan telah mengurangi posisi bullish terhadap dolar Kanada, demikian data dari Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS (CFTC) dan kalkulasi Reuters pada hari Senin.

Selanjutnya selain data inflasi konsumen AS nanti malam, para pelaku pasar juga menunggu data penjualan manufaktur Kanada untuk bulan September yang akan diumumkan pada hari Kamis dan laporan inflasi Oktober yang akan dirilis pada hari Jumat.

Sumber berita: ForexSignal88, The Globe and Mail

Sumber gambar: Maclean's

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

January 19, 2018

Mester Melihat Naiknya Suku Bunga The Fed Bisa Lebih Agresif

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Presiden the Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan. Menurut Mester, 3 atau 4 kali kenaikan suku bunga bisa…
January 19, 2018

Dolar Selandia Baru Tertekan Data Manufaktur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Data pada Jumat pagi menunjukkan aktivitas manufaktur Selandia Baru turun ke level terendah lima tahun di bulan Desember karena kalangan bisnis menunda keputusan besar sampai ada kejelasan setelah perubahan di…
January 19, 2018

Pasar Abaikan NAFTA, Dolar Kanada Menguat Tipis

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar Kanada menguat tipis terhadap mata uang AS pada hari Kamis, setelah perdagangan yang bergejolak sehari sebelumnya ketika Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga, karena para investor mengabaikan kekhawatiran…
January 19, 2018

Bayang-bayang Government Shutdown Menekan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar AS jatuh pada hari Kamis karena para pedagang menumpuk posisinya ke euro, yen, sterling dan mata uang utama lainnya di tengah kekhawatiran kemungkinan pemadaman pemerintah (government shutdown) AS saat para…
January 18, 2018

Dolar AS Sedikit Tertekan Setelah Tunjukkan Penguatan Signifikan di Sesi Kemarin

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Kamis karena euro menguat sedikit setelah kemarin bergerak mundur dari puncak tiga tahun di sesi sebelumnya. EUR/USD naik 0,2% di $1,2210. Euro…