ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Dolar AS diperdagangkan lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin didukung oleh kemerosotan pound sterling di tengah laporan bahwa Perdana Menteri UK Theresa May dijadwalkan untuk menghadapi tantangan kepemimpinan sementara komentar positif mengenai reformasi pajak dari Presiden Donald Trump mengangkat sentimen pada greenback.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, naik 0,16% menjadi 94,45.

Sterling merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap dolar AS setelah tersiar laporan bahwa puluhan anggota Partai Konservatif PM May telah setuju untuk menandatangani surat pernyataan atau mosi tidak percaya pada sang perdana menteri karena mereka meragukan kemampuan PM May untuk memimpin UK keluar dari Uni Eropa dengan mengantongi sebuah kesuksesan, terutama pada perdagangan.

Pada penutupan sesi Senin, GBP/USD berakhir turun 0,63% menjadi $1,3118. EUR/GBP menutup sesi kemarin di £0,8895 atau 0,63% lebih tinggi dari penutupan akhir lalu.

Faktor lain yang juga menambah kekuatan dolar AS adalah tweet dari Presiden AS Donald Trump dimana dia mengatakan bahwa dia "bangga" terhadap para anggota parlemen karena semakin "mendekati" persetujuan rancangan undang-undang pajak.

Volume perdagangan agak ringan pada sesi Senin karena para investor cukup berhati-hati pada minggu yang sibuk ini. Hari ini saja pada kalender ekonomi ada beberapa data dan agenda penting terkait kebijakan moneter global karena para pemimpin bank sentral dari Federal Reserve, Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) dijadwalkan untuk menyampaikan pidato mereka di sore hari nanti.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi, Ketua Fed Janet Yellen, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda dan Gubernur BoE Mark Carney akan membentuk sebuah panel pada konferensi yang diselenggarakan oleh ECB di Frankfurt, Jerman.

Selain itu ada sejumlah data penting dari Australia, China, Jerman, UK akan dirilis sejak pagi hingga sore nanti. Selanjutnya pada malam hari nanti perhatian pasar akan terserap oleh data PPI AS yang akan dikaitkan dengan prospek kebijakan moneter The Fed.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: International Money Transfers

Share This

Berita Forex Lainnya

November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…
November 09, 2018

Dolar AS Menunjukkan Ketangguhannya Pasca Fed Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih menguat pasca penyelenggaraan rapat suku bunga the Fed. Seperti…
November 08, 2018

Dolar AS Tertahan Sejenak Penguatannya Pasca Pemilu Parlemen AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/11/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih melemah pasca penyelenggaraan pemilu paruh waktu di AS kemarin…