ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang pada hari Jumat karena data indeks keyakinan konsumen turun dari ekspektasi sementara kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai penundaan pemotongan pajak perusahaan terus membebani sentimen pasar terhadap greenback.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan Dixie (DXY) atau Indeks Dolar AS, patokan untuk melihat kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, pada sesi penutupan perdagangan pekan lalu bergerak turun dari 94,54 ke 94,14 dan ditutup negatif di 94,27 atau lebih rendah 0,14% dibandingkan penutupan sesi Kamis. Sedangkan pada basis penutupan mingguan, Indeks Dolar AS berakhir turun 0,59% dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya.

Pada hari Jumat di saat pasar keuangan AS libur untuk peringatan Hari Veteran, indeks sentimen konsumen dari University of Michigan (UoM), menunjukkan keyakinan para konsumen di negara tersebut terhadap ekonomi mendingin, karena indeks tersebut menunjukkan pembacaan awal untuk bulan November di 97,8, di bawah ekspektasi  100,7.

Sementara itu, berkembang pula kekhawatiran pasar terhadap penundaan pemotongan pajak perusahaan sampai 2019 sehingga terus membebani greenback setelah para Republikan di Senate mengumumkan sebuah rencana pajak pada hari Kamis yang secara signifikan berbeda dari versi dari House of Representatives (House).

Para senator Republik mengatakan bahwa mereka ingin memangkas tingkat pajak korporat menjadi 20% dari 35%, namun implementasinya pada tahun 2019, yang berbeda dengan rencana GOP untuk memangkas tingkat pajak korporat dengan segera.

Pound sterling dan euro merupakan penerima manfaat terbesar dari kemerosotan dolar AS di mana kedua mata uang tersebut berhasil menambah kenaikan Kamis terhadap greenback.

Pada penutupan sesi Jumat EUR/USD berakhir menghijau di $1,1665 atau naik 0,2%. GBP/USD menutup pekan lalu di zona hijau di $1,3198 atau naik 0,4%.

Namun greenback sedikit menekan yen di sesi tersebut sehingga USD/JPY ditutup naik tipis 0,05% di ¥113,51. Pun demikian pada basis mingguan dolar AS tetap melemah terhadap yen dengan USD/JPY berakhir turun 0,52%.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…