ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2017 – Berita mengejutkan semalam datang dari Senat AS bahwa jadwal penerapan reformasi atau pemotongan pajak AS sebaiknya diundur hingga tahun fiskal 2019 mendatang.

Namun pasar keuangan dunia tidak terlalu terkejut karena ternyata The Fed tidak memasukkan proyeksi pertumbuhannya untuk masalah reformasi pajak AS tersebut, sehingga secara umum perhitungan proyeksi pertumbuhan The Fed untuk tahun 2018 hingga 2019 tidak berubah sebagaimana tertundanya reformasi pajak tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh ketua cabang The Fed wilayah Cleveland Loretta Mester semalam dalam wawancaranya dengan media CNBC. Menurut Mester dirinya sempat kuatir dengan reformasi pajak tersebut karena dengan memasukkan komponen paket bantuan fiskal tersebut ke dalam proyeksi kinerja ekonomi The Fed, maka sisi pertumbuhan ekonomi atau PDB bisa melaju dengan pesat, diiringi pula dengan melejitnya inflasi AS serta meningkatnya hutang konsumen.

Dirinya memang terkejut dengan hasil coret-coretan proyeksi kinerja ekonomi AS yang memasukkan unsur pajak baru tersebut, namun dirinya tidak dapat terlalu jauh dan lebih terperinci menghitung proyeksi ke depan karena dari pihak pemerintah Trump sendiri belum menjelaskan secara rinci bagaimana dan berapa pemotongan pajak tersebut, sehingga memang sulit diketahui dampak pastinya ke ekonomi AS sendiri, imbuh Mester semalam.

Beruntung juga menurut Mester bahwa dalam rapat suku bunga terakhir, The Fed tidak memasukkan unsur pajak ini ke dalam perhitungan masa depan The Fed sehingga menurut Mester memang sebaiknya suku bunga The Fed masih naik secara bertahap hingga 2019 nanti.

Mester yang tidak punya hak suara dalam FOMC meeting ini berpendapat bahwa kenaikan suku bunga The Fed secara bertahap adalah cara terbaik untuk mengatasi inflasi AS dan mendukung perekonomiannya. Dimana dengan naik bertahap, maka ekspansi ekonomi AS masih dapat diperpanjang. Sejauh ini pula, menurut Mester bahwa bank sentral AS selalu merevisi proyeksinya bila data ekonomi penting AS mengubah pandangan tersebut.

Oktober lalj, Federal Reserve melihat bahwa ekonomi AS telah berkembang dengan mantap dan ada saran agar kenaikan suku bunga lainnya dapat terjadi di Desember ini. Bank sentral AS juga telah mulai mengurangi defisit neraca bank sentral senilai $4,5 trilyun dibawah program pelonggaran kuantitaifnya dalam upaya menormalisasi kebijakan moneter AS.

Sedang kenaikan harga minyak yang bisa mendorong inflasi lebih tinggi, menurut Mester tidak perlu dikuatirkan karena The Fed melihat apakah hal ini bisa langsung mengubah target inflasi secara mendadak. Kalau iya maka The Fed memang harus menghitung ulangnya.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88, CNBC, BBC, Guardian

Sumber Gambar: WSJ

Share This

Berita Forex Lainnya

November 20, 2017

Dolar AS: di Asia Menekan, di Eropa Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada awal perdagangan sesi Senin, di sesi Asia, dolar AS berhasil menekan rival utamanya yaitu euro yang terbebani oleh ketidakpastian politik pasca pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa dia akan memberitahu…
November 20, 2017

Menteri Keuangan AS Nyatakan Bahwa Reformasi Pajak Untuk Orang Kaya AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa aturan tagihan pajak yang baru yang disampaikan Partai Republik akan menempatkan beban yang lebih berat pengenaan pajaknya bagi orang AS yang punya penghasilan lebih…
November 20, 2017

Yen dan Dolar Australia Sedikit Terimbas Kisruhnya Politik Jerman, Regulasi China Jadi Fokus

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit memberikan tekanan kepada mata uang utama Asia dimana pasar keuangan dunia melihat kondisi politk di Jerman…
November 20, 2017

Goldman Sachs: 2018 Akan Lebih Mengejutkan Dibanding Tahun Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menurut Goldman Sachs bahwa tahun ini adalah tahun yang baik bagi ekonomi global dan 2018 nanti, tren akan masih berlanjut dimana lanjutan pertumbuhan ekonomi makin lebih membaik. Contohnya adalah Jerman sebagai…
November 20, 2017

Laporan Merkel ke Presiden Jerman Seret Euro Turun di Sesi Asia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Euro tergelincir ke level terendah dua bulan terhadap yen pada hari Senin karena upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintah koalisi tiga arah gagal, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakpastian…