ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2017 – Dolar AS terhempas pada hari Kamis, melemah terhadap sejumlah mata uang utama di tengah kekhawatiran Senat akan menggagalkan rencana reformasi pajak Presiden AS Donald Trump setelah tersiar berita bahwa Senat akan menunda pemotongan pajak perusahaan sampai tahun 2019.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan Dixie (DXY) atau Indeks Dolar AS, patokan untuk melihat kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, kemarin berakhir turun 0,36% di 94,40.

Pada hari Kamis Senat Republikan berencana untuk mengusulkan penundaan pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35% menjadi 20% sampai 2019, demikian laporan The Washington Post kemarin, dengan menyebutkan ada empat orang memberi penjelasan mengenai perencanaan tersebut. Langkah untuk menunda pajak perusahaan merupakan perubahan signifikan dari pandangan Presiden Trump bahwa pemotongan pajak segera diperlukan untuk merangsang ekonomi.

Faktor lain yang turut membebani dolar AS adalah sebuah laporan yang menunjukkan kelemahan di pasar tenaga kerja setelah klaim pengangguran awal naik lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal meningkat 10.000 ke 239.000 untuk pekan yang berakhir pada 4 November, di atas perkiraan kenaikan 2.000 menjadi 232.000.

Sementara itu euro menguat terhadap dolar AS setelah Komisi Eropa merevisi proyeksi pertumbuhan untuk zona euro tahun ini namun menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun depan.

EUR/USD berakhir naik 0,4% di $1,1642 sementara EUR/GBP ditutup naik 0,16% di £0,8855.

USD/JPY ditutup turun 0,35% di ¥113,45 menyusul aksi jual tajam di ekuitas Asia pada hari Kamis.

USD/CAD berakhir turun 0,36% menjadi C$1,2680 karena pergerakan harga minyak yang lebih tinggi membantu mendukung loonie.

GBP/USD berakhir menanjak 0,23% menjadi $1,3146 namun pasangan mata uang itu tetap dibayangi tekanan di tengah kekhawatiran bahwa negosiasi Brexit semakin tidak jelas.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: The Business Times

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…