ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2017 – Pada hari Rabu, selain data perumahan Kanada, tidak ada data ekonomi atau agenda bank sentral yang penting namun dolar AS tertekan tipis karena para pedagang resah dengan kemungkinan penundaan rencana reformasi pajak Presiden AS Donald Trump sementara lonjakan dolar Kanada juga membebani greenback.

Para investor sempat bereaksi terhadap laporan media yang menunjukkan bahwa para anggota Senat dari Partai Republik sedang mempertimbangkan penundaan selama satu tahun untuk penerapan pemotongan pajak perusahaan.

Faktor lain yang juga membebani dolar AS adalah penguatan dolar Kanada setelah data perumahan berhasil melampaui ekspektasi.

Pada hari Rabu Statistics Canada melaporkan bahwa izin mendirikan bangunan (building permits) meningkat 3,8% pada bulan September, mematahkan ekspektasi para ekonom untuk penurunan 0,2% sementara laporan terpisah menunjukkan bahwa pembangunan perumahan (housing starts) di Kanada meningkat sebesar 222.800 unit pada bulan lalu, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 210.000 unit rumah.

Pasar bereaksi positif terhadap data-data tersebut sehingga USD/CAD berakhir turun (pelemahan dolar AS terhadap dolar Kanada) sebesar 0,37% di C$1,2726, menurut data MetaTrader yang digunakan tim FS88.

Pergerakan dolar AS yang sedikit lebih rendah juga terjadi karena perhatian para investor beralih pada kedatangan Presiden AS Donald Trump di China, di mana Trump diperkirakan akan melakukan diskusi panjang mengenai Korea Utara dengan presiden China Xi Jinping.

Sementara itu, pound sterling terus menambahkan kerugiannya di hari Selasa terhadap dolar AS dengan GBP/USD ditutup turun 0,37% di $1,3116 pada tanda-tanda bahwa negosiasi Brexit yang berlarut-larut sedang memburuk.

"Kekhawatiran akan potensi Brexit tanpa ada kesepakatan (no deal Brexit) meningkat, karena kita bergerak dalam 16 bulan menuju keluarnya Inggris dari Uni Eropa," kata Joshua Mahony, analis pasar di IG.

Hari ini para pelaku pasar forex akan tetap fokus pada dinamika geopolitik di Semenanjung Korea dan Timur Tengah serta pada EU Economic Forecasts dari European Commission dan data klaim pengangguran AS yang dapat dikaitkan dengan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Profit Confidential

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…