ForexSignal88.com l Jakarta, 08/11/2017 – Dolar Kanada melemah terhadap mata uang AS pada hari Selasa karena Gubernur Bank of Canada (BoC) Stephen Poloz mempertahankan nada netral mengenai pergerakan tingkat suku bunga dalam pidato dan konferensi pers yang digelar pada dini hari tadi waktu Indonesia.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi Selasa pasangan USD/CAD naik (pelemahan dolar Kanada terhadap dolar AS) ke $1,2817 dan ditutup positif di $1,2773 atau naik 0,57 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya di $1,2701.

Berbicara di Montreal, Poloz mempertahankan penggunaan target inflasi dan mengulangi pesan bank sentral itu bahwa mereka akan terus memantau pertumbuhan dan inflasi tingkat upah serta kemampuan ekonomi Kanada untuk melihat bagaimana ekonomi menyesuaikan diri dengan kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan September lalu.

Mazen Issa, ahli strategi FX senior di TD Securities di New York, berpendapat bahwa komentar Poloz tersebut benar-benar menunjukkan bahwa hambatan dalam kebijakan moneter dalam waktu dekat adalah hambatan yang besar.

"Pada saat yang sama, saya masih agak optimis bahwa data berkembang dengan agak konstruktif," kata Issa.

BoC diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil di bulan Desember menyusul kenaikan kedua di bulan September. Namun data pada hari Jumat lalu yang menunjukkan kekuatan tak terduga di pasar kerja negara itu telah mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Sementara itu dolar AS kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama karena sorotan para investor berada pada perbedaan kebijakan moneter antara AS dan zona euro.

Faktor lain yang juga membebani dolar Kanada adalah aksi ambil untung pada perdagangan minyak. Harga minyak terkoreksi tipis setelah rally sekitar tiga persen di hari Senin yang saat itu terdorong aksi putra mahkota Arab Saudi yang memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan di kerajaan tersebut juga karena ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan Iran.

Harga minyak mentah WTI berakhir di $56,93 per barel atau turun 0,54% dibandingkan penutupan sesi Senin. Pada Rabu pagi harga komoditas ini bergerak di $57,08.

Sumber berita: ForexSignal88, BNN Canada

Sumber gambar: Lunaaare.ml

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…