ForexSignal88.com l Jakarta, 08/11/2017 – Dolar AS tetap berakhir lebih tinggi pada hari Selasa terdorong oleh kenaikan dalam kekuatan pasar tenaga kerja karena data lowongan pekerjaan pada bulan September melampaui ekspektasi para ekonom.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, naik 0,22% menjadi 94,83.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS terakhir yaitu Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs), sebuah ukuran permintaan tenaga kerja, menunjukkan lowongan pekerjaan pada bulan September meningkat menjadi sekitar 6,1 juta, mengalahkan ekspektasi sebesar 6,091 juta.

Namun dolar AS mengurangi sebagian kenaikannya pasca data tersebut karena para pedagang bersiap untuk mendengar pidato Presiden AS Donald Trump tentang Korea Utara yang dijadwalkan pada hari Rabu waktu setempat. Trump akan menggunakan pidato tersebut untuk menutup kunjungannya ke Korea Selatan sebelum terbang ke Beijing pada hari Rabu sebagai bagian dari tur Asia selama 12 hari.

Meskipun demikian kemunduran greenback dari titik tertinggi sesi kemarin tetap terbatas di tengah tanda-tanda kemajuan pada upaya reformasi pajak.

Dari pasar uang terlihat nilai net short positions dolar AS, yang berasal dari posisi bersih para spekulan di Pasar Moneter Internasional pada yen, euro, pound sterling, franc Swiss dan dolar Kanada dan Australia, adalah $3,37 miliar, dalam seminggu hingga 31 Oktober, dibandingkan dengan net short positions pada $8,02 miliar di minggu sebelumnya.

Sementara itu di Eropa kemarin, data penjualan eceran yang optimis gagal membantu euro bangkit dari tekanan jual sementara data perumahan Inggris yang lebih baik dari perkiraan hanya berdampak kecil pada pound sterling.

Selain data neraca perdagangan China, masih ada beberapa data hari ini namun tergolong tidak begitu penting dan jarang menimbulkan pergerakan pasar yang signifikan. Siang ini dari Jepang akan dirilis data leading indicators, kemudian nanti malam ada data housing starts dan building permits dari Kanada. Dari AS tidak ada data sama sekali selain crude oil inventories.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Pound Sterling LIVE

Share This

Berita Forex Lainnya

November 20, 2017

Dolar AS: di Asia Menekan, di Eropa Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada awal perdagangan sesi Senin, di sesi Asia, dolar AS berhasil menekan rival utamanya yaitu euro yang terbebani oleh ketidakpastian politik pasca pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa dia akan memberitahu…
November 20, 2017

Menteri Keuangan AS Nyatakan Bahwa Reformasi Pajak Untuk Orang Kaya AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa aturan tagihan pajak yang baru yang disampaikan Partai Republik akan menempatkan beban yang lebih berat pengenaan pajaknya bagi orang AS yang punya penghasilan lebih…
November 20, 2017

Yen dan Dolar Australia Sedikit Terimbas Kisruhnya Politik Jerman, Regulasi China Jadi Fokus

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit memberikan tekanan kepada mata uang utama Asia dimana pasar keuangan dunia melihat kondisi politk di Jerman…
November 20, 2017

Goldman Sachs: 2018 Akan Lebih Mengejutkan Dibanding Tahun Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menurut Goldman Sachs bahwa tahun ini adalah tahun yang baik bagi ekonomi global dan 2018 nanti, tren akan masih berlanjut dimana lanjutan pertumbuhan ekonomi makin lebih membaik. Contohnya adalah Jerman sebagai…
November 20, 2017

Laporan Merkel ke Presiden Jerman Seret Euro Turun di Sesi Asia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Euro tergelincir ke level terendah dua bulan terhadap yen pada hari Senin karena upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintah koalisi tiga arah gagal, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakpastian…