ForexSignal88.com l Jakarta, 07/11/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang di Selasa ini, secara umum dolar AS kali ini memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia sebagai bentuk pembalasan setelah semalam mengalami tekanan yang cukup berat akibat beberapa sentimen dari AS dan Arab Saudi.

Sejauh ini USD/JPY untuk sementara berada di level 113,97 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 113,70. Untuk AUD/USD untuk sementara berada di level 0,7682 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7690.Yuan atau USD/CNY untuk sementara bergerak di level 6,6244 setelah tadi pagi ditutup di level 6,6231.

Hari ini data ekonomi penting belum ada yang berpengaruh, dimana data rata-rata pendapatan tunai Jepang yang naik, tidak memutus keinginan investor untuk mengambil aksi ambil untung semalam bagi yen.

Semalam yen dan mata uang utama dunia lainnya membuat tekanan kepada dolar AS setelah secara mengejutkan kepala cabang The Fed untuk New York, William Dudley mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir awal tahun depan, menandakan ketidakpastian bagi cabang The Fed yang paling berpengaruh bagi kebijakan moneter The Fed di masa mendatang.

Selain itu gerakan anti korupsi Arab Saudi makin mengukuhkan MBS atau putera mahkota Mohammed bin Salman sebagai penguasa yang patut ditakuti di Timur Tengah di masa mendatang, sehingga menimbulkan aksi safe haven semalam.

Dolar Australia sendiri masih belum bisa berbuat banyak juga terkendala penguatannya setelah Reserve Bank of Australia memutuskan suku bunganya tetap 1,5% dan masih waspada bagi sektor perumahan dan pertumbuhan ekonominya, sehingga semangat beli dolar Aussie juga tidak begitu nampak meskipun harga minyak semalam naik lebih dari 3%.

Investor nampaknya hari ini terlena dengan kunjungan Presiden Trump ke beberapa negara di Asia. Setelah mengunjungi Jepang dan China, hari ini sedang berada di Korea Selatan, dan nampaknya investor pasar uang nyaman dengan kedatangan Trump tersebut di Seoul karena Semenanjung Korea nampak tidak ada gejolak atau gangguan dari Korea Utara sehingga aksi safe haven mata uang tidak terjadi siang ini.

Sumber Berita:  Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Business Insider

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…