ForexSignal88.com l Jakarta, 07/11/2017 – Lembaga pemeringkat kredit dunia, S&P Global telah mengubah daftar negara-negara yang paling terkena dampak negatif dari situasi kenaikan suku bunga yang sedang marak akhir-akhir ini.

Mengikuti kebijakan moneter ultra-longgar atau super-loosse monetary policy sejak kejadian krisis keuangan global, bank-bank sentral dunia mulai mengembalikan program pelonggaran kuantitatifnya dan bahkan mulai menaikkan suku bunganya kembali.

Sekarang S&P Global menunjukkan bahwa Turki, Argentina, Pakistan, Mesir dan Qatar, adalah negara-negara yang paling rapuh dan merupakan negara dengan ekonomi pasar yang sedang berkembang yang paling banyak diatur dengan kebijakan baru oleh negara-negara maju.

Kondisi moneter yang paling akomodatif untuk beberapa pasar terutama pasar yang ekonominya maju adalah menerapkan kebijakan pengetatan atau menaikkan suku bunganya, demikian ungkap Moritz Kraemer, managing director S&P Global. Kraemer juga mengungkapkan bahwa lingkungan atau lembaga pendanaan dunia juga sudah paham dengan kondisi suku bunga tinggi.

Kraemer juga menyatakan bahwa pengetatan moneter sekarang ini lebih konkret dari sebelumnya. The Fed telah mulai menaikkan suku bunganya dan Bank of England (BoE) juga mengambil langkah yang sama minggu lalu untuk pertama kalinya sejak 2007. Sedangkan bank sentral Uni Eropa, ECB telah mengumumkan penurunan pembelian aset-asetnya kembali mulai tahun depan dan kemungkinan besar juga akan mulai menaikkan suku bunganya.

Kebijakan moneter yang ketat atau suku bunga tinggi, seperti kita ketahui menimbulkan risiko bagi ekonomi negara yang sedang berkembang dalam berbagai sisi, salah satunya adalah meningkatkan biaya pinjaman bagi negara-negara ini karena pinjaman tersebut selalu menggunakan dolar AS, sehingga akan ikut meningkatkan biaya bunga kredit pinjaman.

Di sisi lain jika The Fed menaikkan suku bunganya, berarti investor asal AS akan menuangkan investasinya untuk kembali lagi ke negara asalnya untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih bagus dan negara-negara berkembang akan kehilangan pemodalnya.

S&P menggunakan 7 variabel termasuk saldo negara serta persentase pertumbuhan dan hutang dalam mata uang asing sebagai pengukur tersebut. Turki adalah satu-satunya negara berdaulat yang paling rentan. Qatar memiliki posisi lemah di kebanyakan variabel arus kas namun di posisi kedua setelah Arab Saudi yang memiliki neraca aset eksternal yang kuat.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88, Bloomberg, CNBC, Business Insider

Sumber Gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

November 20, 2017

Dolar AS: di Asia Menekan, di Eropa Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada awal perdagangan sesi Senin, di sesi Asia, dolar AS berhasil menekan rival utamanya yaitu euro yang terbebani oleh ketidakpastian politik pasca pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa dia akan memberitahu…
November 20, 2017

Menteri Keuangan AS Nyatakan Bahwa Reformasi Pajak Untuk Orang Kaya AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan bahwa aturan tagihan pajak yang baru yang disampaikan Partai Republik akan menempatkan beban yang lebih berat pengenaan pajaknya bagi orang AS yang punya penghasilan lebih…
November 20, 2017

Yen dan Dolar Australia Sedikit Terimbas Kisruhnya Politik Jerman, Regulasi China Jadi Fokus

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit memberikan tekanan kepada mata uang utama Asia dimana pasar keuangan dunia melihat kondisi politk di Jerman…
November 20, 2017

Goldman Sachs: 2018 Akan Lebih Mengejutkan Dibanding Tahun Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Menurut Goldman Sachs bahwa tahun ini adalah tahun yang baik bagi ekonomi global dan 2018 nanti, tren akan masih berlanjut dimana lanjutan pertumbuhan ekonomi makin lebih membaik. Contohnya adalah Jerman sebagai…
November 20, 2017

Laporan Merkel ke Presiden Jerman Seret Euro Turun di Sesi Asia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/11/2017 – Euro tergelincir ke level terendah dua bulan terhadap yen pada hari Senin karena upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintah koalisi tiga arah gagal, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakpastian…