ForexSignal88.com l Jakarta, 07/11/2017 – Dolar Selandia Baru naik setelah harga minyak mentah naik ke level tertinggi dua tahun, memimpin kenaikan harga komoditas lainnya dan beberapa mata uang yang terkait erat dengan ekspor bahan baku.

Dari MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division terlihat pada sesi Senin NZD/USD naik ke $0,6958 lalu ditutup positif di $0,6945 atau naik 0,52% dibandingkan penutupan sesi Jumat.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen di tengah kekhawatiran tentang ketidakstabilan di Timur Tengah setelah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) memperpanjang tindakan kerasnya terhadap korupsi sehingga beberapa anggota keluarga kerajaan, menteri dan pemimpin bisnis ditahan, sebuah aksi pembersihan yang dilihat oleh beberapa pihak sebagai langkah MBS untuk memperkuat kekuasaannya atas kerajaan yang kaya minyak tersebut.

Indeks CRB yang mencakup 19 komoditas yang umum diperdagangkan, kemarin naik 1,6 persen ke level tertinggi sejak pertengahan Februari.

"Mata uang komoditas mengungguli, dengan NZD naik kembali di atas 69 sen terhadap USD," kata Philip Borkin, ekonom senior ANZ Bank New Zealand, dalam sebuah catatannya.

"Kelihatannya downside untuk kiwi berkurang untuk saat ini, terutama jika rally harga komoditas global ini terbukti memiliki pijakan kuat. Namun, pasar tidak mungkin mendorong mata uang Selandia Baru terlalu jauh menjelang keputusan RBNZ pada hari Kamis, di mana kami memperkirakan bank itu akan mempertahankan pesan penuh kehati-hatian," jelas Borkin.

Pernyataan kebijakan moneter RBNZ muncul setelah kemarin survei ekspektasi bank menunjukkan ekspektasi inflasi tetap hangat, menambah pandangan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap pada rekor rendah 1,75 persen.

Hari ini pedagang akan menyaksikan review tingkat suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), namun tanpa ada perubahan yang diharapkan terhadap target tingkat suku bunga tunai di 1,5 persen.

Selain itu dikabarkan pemerintah Selandia Baru akan mencabut persyaratan acuan untuk mengkaji ulang Undang-Undang Bank Sentral. Malam ini waktu setempat, pasar akan memantau lelang GlobalDairyTrade terbaru, setelah terlihat dua penjualan yang lemah pada lelang produk susu sebelumnya.

Sumber berita: ForexSignal88, NZ Herald

Sumber gambar: Daily Express

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…