ForexSignal88.com l Jakarta, 06/11/2017 – Dolar AS bertahan stabil terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin hingga berita ini ditulis pada pertengahan sesi perdagangan Eropa, karena pasar masih mencerna laporan ekonomi AS yang diumumkan pada hari Jumat dan para investor menunggu informasi tambahan mengenai rencana reformasi pajak AS.

Dolar AS sempat melemah setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada sesi terakhir pekan lalu bahwa ekonomi AS menambahkan 261.000 pekerjaan pada bulan Oktober, kurang dari perkiraan untuk 315.000 pekerjaan baru. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, level terendah sejak Desember 2000.

Namun, sebagian investor yakin data tersebut terdistorsi oleh dampak badai yang belum lama ini menerjang selatan dan tenggara AS.

"Satu-satunya alasan mengapa para investor tidak menjual dolar secara agresif adalah karena ketidakpastian pada seputar rencana pajak meskipun pasar obligasi sudah memberi peringatan," kata Viraj Patel, ahli strategi FX di ING di London.

Tak lama setelah laporan tersebut, greenback meraih dukungan dari data pesanan pabrik AS yang optimis dan data PMI non-manufaktur dari ISM.

Para pelaku pasar juga memusatkan perhatian pada kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia. Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Washington akan bekerja sama dengan Tokyo untuk menyelesaikan masalah perdagangan antara ekonomi terbesar pertama dan ketiga di dunia.

Sebelumnya, Trump berjanji untuk mendorong sebuah kemitraan perdagangan bebas dan berimbang dengan Jepang setelah berpuluh-puluh tahun mengalami defisit perdagangan besar-besaran namun mengatakan hubungan dengan Tokyo selaku sekutu dekatnya lebih baik daripada yang pernah dimiliki sebelumnya.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, bergerak pada kisaran 94,75 hingga 94,98 dan saat ini berada di 94,88.

USD/JPY hampir tidak berubah pada 114,15, di bawah level tertinggi dalam delapan bulan di 114,72 yang disentuh sekitar 12 jam lalu, setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa bank sentral akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya, namun menambahkan bahwa bank tersebut akan memantau ketat dampak ekonomi dari stimulus yang berkepanjangan.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2018

Reuters Tankan: Suasana Hati Produsen Jepang Naik Tertinggi 11 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Keyakinan hati di antara para produsen Jepang melonjak pada Januari ini ke level tertinggi 11 tahun yang merupakan hasil jajak pendapat Reuters Tankan di mana menyoroti optimisme perusahaan yang didorong oleh ekspansi…
January 22, 2018

Yen dan Dolar Australia Hanya Menekan Lembut Terhadap Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanan secara tipis oleh mata uang utama Asia Pasifik, di mana investor masih sedikit khawatir…
January 22, 2018

Naiknya Harga Minyak Tidak Akan Membujuk OPEC Mengakhiri Komitmen Pemotongan Produksi.

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Naiknya harga minyak baru-baru ini sepertinya tidak akan cukup menyakinkan OPEC untuk mengakhiri pemotongan produksi pada musim panas ini, demikian ungkap analis geopolitik di Energy Aspect, Richard Mallinson kepada…
January 22, 2018

Macron Percaya Inggris-Uni Eropa Mampu Capai Kesepakatan Lebih Cepat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden Perancis Emmanuel Macron di akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya percaya terhadap salah tujuan PM Theresa May di mana Inggris dapat memiliki kesepakatan yang lebih cepat dengan Uni Eropa setelah…
January 22, 2018

Williams Serukan Tiga Kenaikan Suku Bunga The Fed Adalah Yang Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Presiden the Fed wilayah San Fransisco, John Williams menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan, setidaknya 3 kali di tahun ini sebagai langkah awal…