ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Australia perlu merangkul teknologi, mengembangkan hubungannya dengan ekonomi utama Asia dan dengan hati-hati mengatur hutang rumah tangga karena kebijakan moneter global mulai mengetat, demikian yang disampaikan Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe dalam sebuah pidato berjudul "The Next Chapter".

Saat melihat ke belakang dalam 10 tahun terakhir, Lowe mengatakan bahwa bab terakhir telah sukses karena Australia mempertahankan pertumbuhan ekonominya saat beralih dari ledakan pertambangan (mining boom).

"Pada saat yang sama, saat bab ini berakhir, kita menghadapi beberapa masalah," kata Lowe.

Dia menyoroti tiga tantangan utama yang perlu ditangani negara benua tersebut untuk secara efektif mengelola transisi ke tahap pertumbuhan selanjutnya.

  1. Perlambatan pada disposable income per kapita

Lowe mencatat bahwa selama 20 tahun terakhir, Australia mendapat keuntungan dari produktivitas yang kuat dan harga komoditas yang tinggi.

  1. Lambatnya pertumbuhan upah

Ini menjadi tema utama di pasar negara maju dan tampaknya menjadi salah satu alasan utama mengapa kebijakan moneter yang sangat akomodatif telah gagal diterjemahkan ke dalam kenaikan inflasi.

"Selama empat tahun terakhir, kenaikan rata-rata pendapatan per jam telah menjadi yang paling lambat sejak setidaknya pertengahan 1960-an," kata Lowe.

Dia mengatakan bahwa akhir dari mining boom merupakan salah satu alasannya, namun ada faktor struktural, termasuk meningkatnya jumlah pekerja paruh waktu di Australia.

  1. Utang rumah tangga

Tingkat utang rumah tangga Australia yang tinggi akan menjadi tema yang familiar bagi siapa saja yang menaruh minat dalam ekonomi domestik.

Lowe mengatakan bahwa untuk saat ini, orang Australia dapat hidup dengan tingkat utang yang lebih tinggi. Untuk saat ini, hanya sejumlah kecil peminjam yang tumbang dalam pembayaran pinjaman rumah mereka.

Namun ia menjelaskan, "Karena tingkat utang telah meningkat relatif terhadap pendapatan kita, jadi kita juga memiliki risiko jangka menengah."

"Tingkat utang yang lebih tinggi juga berarti bahwa pengeluaran rumah tangga bisa sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, sesuatu yang akan dicermati oleh Reserve Bank," kata Lowe.

Ini berarti Australia harus secara hati-hati mengelola eksposurnya terhadap utang rumah tangga, terutama jika latar belakang ekonomi yang relatif positif menimbulkan kenaikan suku bunga karena bank sentral global mulai mengurangi likuiditas.

Ke depannya, Lowe tetap optimis dengan prospek masa depan ekonomi Australia.

"Kita memiliki kerangka kelembagaan dan kebijakan yang kuat, populasi yang terampil, tumbuh dan beragam serta kekayaan sumber daya mineral dan pertanian," jelas Lowe.

"Kita memiliki hubungan yang kuat dengan Asia, bagian pertumbuhan ekonomi global yang paling cepat berkembang. Kita juga memiliki ekonomi fleksibel dengan kemampuan yang ditunjukkan untuk menyesuaikan diri dengan dunia yang terus berubah," ujar ekonom lulusan University of New South Wales dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut.

Untuk memanfaatkan keuntungan tersebut, Lowe mengatakan bahwa Australia perlu berinvestasi pada modal manusia dan fisik dan melanjutkan reformasi kebijakan yang efektif.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: ABC Australia

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

October 23, 2017

Dolar AS Masih Menikmati Dorongan Pajak dan Kemenangan Abe

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Hingga Senin menjelang malam, dolar AS masih menikmati dorongan dari cerahnya rencana reformasi pajak AS dan kemenangan gemilang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di pemilihan umum yang digelar kemarin. Dolar AS…
October 23, 2017

IHS Markit: Moral Rumah Tangga UK dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Meningkat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Kekhawatiran finansial rumah tangga UK telah mereda ke level terendah sejak bulan Juni, meskipun ada prospek kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan ketergantungan pada pinjaman sebagai konsekuensi dari…
October 23, 2017

Kalangan Bisnis UK Desak Pemerintah untuk Dapatkan Kesepakatan Transisi Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Para pemimpin bisnis yang mewakili jutaan pekerja memperingatkan bahwa pemerintah UK harus segera bertindak untuk menjamin kesepakatan transisi Brexit atau mengambil risiko kehilangan pekerjaan dan investasi di negara…
October 23, 2017

Abe Menangkan Pemilu, Yen Merana, Dolar Australia Tertahan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang di Senen awal pekan ini, secara umum dolar AS masih bergerak kembali melakukan tekanannya terhadap mata uang utama Asia, dengan pemicu menangnya partainya…
October 23, 2017

Dolar Selandia Baru Anjlok ke Titik Terendah 5-bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Dolar Selandia Baru tergelincir ke titik terendah dalam lima bulan pada hari Senin karena kekhawatiran koalisi Partai Buruh yang akan datang akan mengusung pembatasan investasi imigrasi dan asing. Mata uang Selandia…