ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2017 – Dolar AS bergerak lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya hingga hari Rabu pagi waktu Eropa atau sore ini waktu Indonesia karena para investor tetap berhati-hati menjelang pernyataan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan untuk disampaikan pada Kamis jam 01.00 waktu Indonesia bagian barat.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, turun 0,12% ke 91.62 dan terus mendekat ke level terendah multi-tahun di 91,00.

Sentimen pada greenback tetap rapuh karena para investor mulai resah menunggu hasil pertemuan kebijakan The Fed tersebut. Mayoritas yang terlibat di pasar keuangan memperkirakan bahwa bank sentral AS akan membiarkan suku bunga tak berubah namun kemungkinan juga akan mengumumkan rencana untuk memangkas kepemilikan obligasinya senilai $4,5 triliun.

Para pedagang juga tetap berhati-hati di tengah ketegangan yang berpotensi lebih tinggi antara AS dan Korea Utara menyusul pernyataan agresif dari Presiden AS Donald Trump.

Dalam pidato pertamanya di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa, Trump mengatakan, "Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, namun jika dipaksa untuk mempertahankan diri dan sekutunya, kami tidak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara secara total."

Saat berita ini ditulis EUR/USD naik tipis 0,12% ke titik tertinggi dalam satu minggu di $1,2010.

Safe haven yen dan franc Swiss juga menguat terhadap greenback, dengan USD/JPY turun 0,21% pada ¥111,35 dan dengan USD/CHF turun 0,24% menjadi Fr0,9604.

Sementara itu GBP/USD melonjak cepat ke $1,3608 setelah data penjualan eceran Inggris melonjak 1%, di atas data periode sebelumnya juga perkiraan pasar.

Dolar Selandia Baru juga menguat dengan NZD/USD naik 0,77% ke level tertinggi enam minggu di 0,7370 setelah data resmi pagi tadi menunjukkan bahwa surplus transaksi berjalan Selandia Baru turun menjadi defisit NZ$620.000 pada kuartal kedua dari surplus NZ$240.000 pada kuartal sebelumnya.

Sebelum menuju agenda FOMC tersebut, perhatian para pedagang forex malam ini juga akan tertuju pada SNB Quarterly Bulletin dan Existing Home Sales.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: AUD News

Share This

Berita Forex Lainnya

April 25, 2018

Greenback Berbalik ke Sisi Penguatannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memang masih bisa bertahan untuk menguat lagi dengan dukungan masih membaiknya fundamental ekonomi di AS…
April 24, 2018

Greenback Masih Melanjutkan Posisi Penguatannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memang masih bisa bertahan untuk menguat lagi seiring membaiknya fundamental ekonomi di AS sehingga…
April 23, 2018

4 Resiko Trading Forex yang Umum Terjadi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2018 – 1. Karakter Trader Hal yang paling mendasari munculnya risiko yang tidak terkendali adalah karakter trader. Segala transaksi dan lainnya adalah ditentukan oleh trader. Jika trader merupakan seseorang yang penuh ambisi…
April 23, 2018

Greenback Masih Bertahan di Posisi Penguatannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memang masih bisa bertahan untuk menguat lagi seiring memburuknya fundamental ekonomi di luar AS dan munculnya…
April 20, 2018

Greenback Tetap Bertahan di Posisi Terbaik

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memang masih bisa bertahan untuk menguat lagi seiring memburuknya fundamental ekonomi di luar AS dan munculnya…