ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2017 – Pada rapat kebijakan reguler yang dimulai sejak kemarin dan berakhir hari ini waktu Washington DC (Kamis dini hari waktu Indonesia), diperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dan mengumumkan akhir dari program stimulus ekonomi pasca krisis.

Namun pasar akan mengamati dengan hati-hati untuk melihat bagaimana Federal Reserve menggambarkan tren inflasi baru-baru ini, yang telah hampir tak bergerak untuk sebagian besar tahun 2017 meskipun terjadi lonjakan pada bulan Agustus di tengah kenaikan harga energi.

Setiap komentar tentang inflasi bisa memberi sinyal tentang kemungkinan kenaikan ketiga suku bunga acuan Fed tahun ini.

Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), yang menetapkan kebijakan moneter bank sentral tersebut, juga akan merilis perkiraan kuartalan terakhir dari para anggota komite voting dan non-voting (yang memiliki hak suara di rapat kebijakan dan yang tidak) mengenai ekonomi dan jalur suku bunga untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pembuat kebijakan The Fed telah terpecah pada masalah ancaman inflasi jangka pendek, dengan sebagian pejabat berpendapat bahwa bank sentral itu harus bersabar sebelum menaikkan suku bunga lagi. Tapi yang lain terlihat lebih mementingkan risiko pasar finansial yang bisa timbul jika suku bunga tetap di tingkat rendah terlalu lama.

Serangan badai beruntun yang menghantam Texas dan Florida beberapa waktu lalu juga Badai Jose yang masih terbentuk di pesisir timur AS serta Badai Maria yang menerjang Puerto Rico, juga dapat mempengaruhi pemikiran The Fed tentang waktu kenaikan tingkat suku bunga berikutnya meskipun tidak jelas ke arah mana.

Para ekonom memperkirakan bencana badai tersebut akan memberi dampak pada kegiatan ekonomi kuartal ketiga sebelum memicu rebound sesaat selama upaya rekonstruksi dan rehabilitasi.

Tapi tetap harus dilihat apakah para bankir bank sentral AS lebih memperhatikan perlambatan sementara atau akan mengabaikannya.

Sejauh ini pasar melihat peluang untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember mendekati 60 persen pada Selasa sore waktu AS.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Times, Reuters

Sumber gambar: Express Success

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

August 14, 2018

Efek Domino Turki Masih Kuatkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak dengan teror dari krisis Turki yang melanda dunia…
August 16, 2018

Dolar AS Masih Terlalu Kokoh

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat kembali bersamaan dengan masih adanya pengaruh buruk…
August 20, 2018

Dolar AS Masih Bergerak Ringan Diawal Pekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat kembali bersamaan dengan masih adanya pengaruh dari…
August 21, 2018

Komentar Trump Giring Pelemahan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah kembali bersamaan dengan pertemuan AS dengan China di…
August 13, 2018

Teror Turki Bangkitkan Aksi Safe Haven Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak dengan kisruh Turki yang melanda dunia…