ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2017 – Sebuah kantor berita pasar dunia, CNBC menyatakan bahwa dari hasil survei yang diselenggarakannya terhadap pelaku pasar di Wall Street, percaya atau tidak bahwa responden survei melihat kenaikan 2 hingga 3 kali di tahun depan dan laju kenaikan suku bunga the Fed berakhir di kuartal ke dua 2019 nanti.

Sebanyak 76% responden survei yang dilakukan CNBC dalam menyikapi kenaikan suku bunga the Fed tersebut menyatakan bahwa Desember tahun ini akan terjadi kenaikan tersebut dengan probabilitas 43% hingga 55% hal tersebut bisa terjadi. Dan rata-rata responden menyatakan bahwa suku bunga the Fed di akhir kuartal kedua 2019 nanti sekitar 2,9%.

Rencana pengurangan defisit neraca $4,5 trilyun kemungkinan akan berlanjut sampai bulan depan disertai dengan inflasi berjalan di bawah target 2%. Semakin banyak pejabat the Fed yang kuatir dengan suku bunga rendah dimana the Fed sendiri sedang menghadapi dilema dari 2 sisi yaitu sisi harga aset yang meningkat cepat, sementara sisi lainnya adalah harga barang dan jasa naiknya terlalu lambat, demikian ungkap Lynn Reaser, kepala ekonomi Universitas Point Loma Nazarene. Reaser juga menambahkan bahwa the Fed harus memilih salah satu sisi tersebut, karena pengambilan keputusan dari sisi-sisi tersebut mempunyai banyak resiko.

42 responden survei tersebut termasuk ekonom, fund manajer dan konsultan strategis di Wall Street, percaya bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan hari ini, dan 68% mengatakan bahwa the Fed akan mulai mengurangi defisit neraca $4,5 trilyun di Oktober. Perkiraan bahwa defisit bisa turun di angka $2,5 trilyun dengan membutuhkan waktu 4,4 tahun.

Mengurangi defisit neraca dipandang sebagai bagian negatif bagi pertumbuhan ekonomi dan akan sedikit menekan harga saham serta meningkatkan sedikit di harga emas. PDB AS menurut hasil survei tersebut diperkirakan tumbuh 2,2% diakhir tahun ini dan 2,6% di tahun depan. Sebagian responden menyatakan bahwa akibat badai-badai tahun ini sedikit menurunkan target PDB, namun meningkat pesat di tahun setelahnya.

The Fed sendiri sangat yakin meski ada badai dan butuh waktu proses pemulihan, namun dengan suku bunga rendah saat ini, serta diiringi perbaikan neraca, maka pertumbuhan dan inflasi akan segera cepat pulih. Responden juga menyatakan jika the Fed tidak menaikkan lagi suku bunganya di tahun ini, maka 2018 merupakan tahun yang paling ketat dimana suku bunga akan lebih sering dinaikkan oleh the Fed.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Bloomberg, BBC, CNBC

Sumber gambar: Reuters

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

January 19, 2018

Mester Melihat Naiknya Suku Bunga The Fed Bisa Lebih Agresif

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Presiden the Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan. Menurut Mester, 3 atau 4 kali kenaikan suku bunga bisa…
January 19, 2018

Dolar Selandia Baru Tertekan Data Manufaktur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Data pada Jumat pagi menunjukkan aktivitas manufaktur Selandia Baru turun ke level terendah lima tahun di bulan Desember karena kalangan bisnis menunda keputusan besar sampai ada kejelasan setelah perubahan di…
January 19, 2018

Pasar Abaikan NAFTA, Dolar Kanada Menguat Tipis

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar Kanada menguat tipis terhadap mata uang AS pada hari Kamis, setelah perdagangan yang bergejolak sehari sebelumnya ketika Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga, karena para investor mengabaikan kekhawatiran…
January 19, 2018

Bayang-bayang Government Shutdown Menekan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar AS jatuh pada hari Kamis karena para pedagang menumpuk posisinya ke euro, yen, sterling dan mata uang utama lainnya di tengah kekhawatiran kemungkinan pemadaman pemerintah (government shutdown) AS saat para…
January 18, 2018

Dolar AS Sedikit Tertekan Setelah Tunjukkan Penguatan Signifikan di Sesi Kemarin

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Kamis karena euro menguat sedikit setelah kemarin bergerak mundur dari puncak tiga tahun di sesi sebelumnya. EUR/USD naik 0,2% di $1,2210. Euro…