ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2017 – Badai Irma dan badai Harvey yang melanda kawasan Selatan AS, diperkirakan akan menggerakkan data inflasi dan data klaim pengangguran untuk bulan Agustus lalu.

Tetapi sebagian besar ekonom menyatakan bahwa puncak kenaikan inflasi baru bisa di periode September yang baru akan dilaporkan bulan depan. Sebagian besar pemicu dari peningkatan laju inflasi ini diakibatkan oleh naiknya harga bensin dan solar khususnya akibat badai Harvey disaat seperempat kapasitas terpasang produksi nasional dari bensin AS harus tutup.

Harga bensin naik dari level $1,6 pergalon, loncat hingga $2,2 pergalon, dan ini merupakan harga nasional. Akibat lonjakan ini, diperkirakan inflasi bulanan AS akan naik sekitar 0,3% dan inflasi tahunan akan naik 1,6%, masih jauh dibawah target the Fed 2%.

Kemungkinan lonjakan inflasi akibat bensin dan solar baru terjadi di bulan depan, dimana kawasan Florida dan Georgia terdampak badai Irma. Florida adalah negara bagian ke 3 terbesar bagi konsumsi nasional AS pada bensin dan solar, sedangkan Georgia berada di urutan ke 7.

Pun demikian dengan harga gas juga mengalami kenaikan, namun komponen ini tidak masuk dalam perhitungan CPI. Untuk sektor otomotif kemungkinan besar kali ini belum ada unsur dorongan kenaikan inflasi, dan diperkirakan bulan depan akan mengalami dorongan setelah warga AS akan banyak mengganti kendaraannya ketika banjir melanda kawasan Florida dan Texas.

Sedangkan sektor perumahan juga kemungkinan juga baru akan mendorong inflasi bulan depan disaat badai Irma merusakkan hampir 6 juta rumah di daerah Florida sehingga menyebabkan kenaikan harga kayu yang berasal dari Kanada dan otomatis juga menaikkan inflasi, dimana harga kayu untuk 1 rumah mencapai $1700.

Untuk klaim pengangguran di AS juga mengalami peningkatan dimana minggu lalu saja terjadi klaim sebesar 298 ribu orang karena dampak dari badai Texas. Diperkirakan minggu ini, angka 350 ribu klaim akan tercetak di data ekonomi AS akibat dari badai Irma yang melanda Florida dan Georgia.

Kedua data ini akan menjadi pertimbangan the Fed dalam rapat suku bunganya di minggu depan. Pasar memastikan kali ini the Fed akan mengurangi defisit neracanya, karena data inflasi kegemaran the Fed berdasar core PCE, sekarang masih berada di level 1,4%.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Business Insider, Bloomberg, CNBC

Sumber Gambar: CNBC dot com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

July 20, 2018

Komentar Trump Lemahkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2018 – Dolar AS jatuh dari puncak tertinggi satu tahun pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keprihatinannya tentang mata uang AS yang kuat, yang menurutnya telah menempatkan AS pada posisi yang kurang…
July 19, 2018

Dolar AS Masih Kokoh Bertahan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya berupaya meraih lagi sisi penguatannya pasca testimoni Jerome Powell dan…
July 18, 2018

Powell Bantu Dolar AS Libas Rivalnya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Dolar AS menguat pada hari Selasa karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan penilaian optimis pada ekonomi AS sekaligus mengecilkan dampak dari kebijakan perdagangan global saat ini terhadap prospek…
July 17, 2018

Dominasi Dolar AS Mulai Muncul Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan ingin meraih lagi sisi penguatannya jelang Jerome Powell berbicara nanti malam.…
July 13, 2018

Dolar AS Terus Desak Mata Uang Utama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan dan ingin melanjutkan sisi penguatannya lagi. Seperti kita ketahui bahwa di…