ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2017 – Laju ekspansi ekonomi China secara tak terduga mendingin bulan lalu setelah Juli yang tidak bersemangat, karena output pabrik, investasi dan penjualan ritel melambat pada bulan lalu.

Output industri naik 6 persen dari tahun sebelumnya di bulan Agustus, versus proyeksi rata-rata sebesar 6,6 persen dan 6,4 persen di bulan Juli, output paling lambat tahun ini.

Penjualan ritel dilaporkan melonjak 10,1 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan proyeksi 10,5 persen dan 10,4 persen di bulan Juli, juga merupakan persentase paling lambat pada 2017.

Investasi aset tetap (fixed asset investment) di daerah perkotaan naik 7,8 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, sedangkan sebelumnya diperkirakan akan ada kenaikan 8,2 persen, menjadikannya yang paling lambat sejak 1999.

Pendinginan yang terus berlanjut pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut menunjukkan bahwa upaya untuk mengendalikan ekspansi kredit dan mengurangi kelebihan kapasitas sedang terpukul menjelang agenda politik penting yaitu Kongres Partai ke19 di bulan Oktober. Namun, inflasi harga produsen dan sentimen manufaktur melampaui perkiraan di awal bulan ini, menjadi indikasi ketahanan ekonomi negara tersebut.

"Data hari ini menunjukkan bahwa ekonomi telah mencapai puncaknya pada paruh pertama tahun ini," kata Larry Hu, kepala ekonomi China di Macquarie Securities di Hong Kong.

Menurutnya, "Baru-baru ini baik properti dan ekspor melambat dan itulah mengapa seluruh ekonomi melambat."

Sementara itu Frederic Neumann, co-chief riset ekonomi Asia di HSBC Holdings di Hong Kong, berpendapat bahwa pengetatan regulasi di sektor keuangan membuat tekanan pada perusahaan yang sangat berhutang bergantung pada pembiayaan bank bayangan (shadow bank).

"Dan para pejabat tidak mungkin menghentikan langkah pengendalian peraturan dalam waktu dekat. Pertumbuhan diperkirakan akan melemah hingga akhir tahun, karena regulator meningkatkan kampanye mereka untuk mengendalikan shadow banking," pungkas Newumann.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Times, Bloomberg

Sumber gambar: Fine Art America

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

February 15, 2018

Memasuki Sesi Eropa, Mata Uang Utama Masih Bombardir Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Seluruh mata uang utama, terutama yen Jepang, terus menggempur mata uang AS hingga kini memasuki sesi perdagangan Eropa. Dolar AS memperpanjang kerugiannya terhadap yen dan mencapai level terendah 15-bulan baru pada…
February 15, 2018

Yen dan Dolar Australia Masih Menekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya lanjutan dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi beli mata uang Asia lagi…
February 15, 2018

Peningkatan Inflasi, Sebuah Tantangan Bagi Ketua Fed Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Inflasi yang lebih cepat dari perkiraan dapat mempersulit tugas Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang baru saja menjabat, yang akan memimpin pertemuan penetapan kebijakan moneter pertamanya pada bulan Maret.…
February 15, 2018

Prakiraan PDB AS Diturunkan JPMorgan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – JPMorgan mengurangi ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini akibat dari angka inflasi yang lebih ‘panas’ dari pada tahun lalu disertai pula memburuknya angka penjualan eceran awal tahun ini.…
February 15, 2018

Apakah Suku Bunga The Fed akan Naik Lebih dari 4 Kali di Tahun Ini?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi AS meningkat sehingga para komentator berspekulasi bahwa Federal Reserve, untuk tahun ini, dapat menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali yang telah mereka lakukan…