ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2017 – Harga rumah merupakan indikator ekonomi penting yang menggambarkan daya beli konsumen dan ekonomi secara luas dari sebuah negara, terlebih jika negara tersebut sedang terbelit masalah besar seperti UK.

Sebuah survei pada hari Kamis menunjukkan harga rumah di pusat kota London turun pada laju yang paling tajam sejak 2008 di bulan Agustus, mengintensifkan perlambatan di pasar perumahan ibukota, namun harga naik di wilayah lain di UK.

Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) mengatakan bahwa pengukuran bulanan harga rumah UK secara keseluruhan meningkat menjadi +6 setelah turun ke level terendah empat tahun di bulan Juli.

Angka di bulan Agustus berada di atas semua perkiraan dalam jajak pendapat terhadap para ekonom. Namun RICS mengatakan pembacaannya konsisten dengan hanya sedikit kenaikan pada harga nasional.

Pasar perumahan UK telah melambat sejak keputusan referendum Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa, ketika harga naik sekitar 8 persen per tahun, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan sekitar 5 persen sekarang, demikian menurut data resmi.

Pengukuran lain dari para pemberi pinjaman hipotek telah mencatat kenaikan harga rumah sekitar 2-3 persen per tahun.

Distrik utama London telah mengalami banyak tekanan akibat perlambatan, sebagian mencerminkan kekhawatiran rakyat dan pasar tentang dampak Brexit terhadap industri jasa keuangan ibu kota dan sektor terkait lainnya.

Selain itu, harga rumah di London telah meningkat empat kali lipat dalam 20 tahun terakhir, membuat rumah semakin tidak terjangkau bagi banyak kalangan rakyat.

RICS mengatakan para surveyor menilai perumahan di London dan tenggara UK, di mana harga juga turun, sebagai nilai yang paling over-valued di UK.

Lima puluh enam persen lebih surveyor di London Tengah melaporkan penurunan harga dan itu adalah satu-satunya wilayah di UK di mana harga diperkirakan akan turun dalam 12 bulan ke depan.

Sebaliknya, RICS melaporkan pertumbuhan harga yang solid di Irlandia Utara, wilayah barat laut dan barat daya UK dan Skotlandia.

Namun, jumlah penjualan properti di seluruh UK terus menunjukkan pertumbuhan nol persen, sebuah kondisi negatif yang dimulai terlihat pada bulan November tahun lalu.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: MoneyWeek

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…